nasional

Guru Besar Al Azhar Mesir Dukung Manifesto Internasional Filsafat Intelijen, Ini Pesan Penting untuk Para Insan Intelijen

Kamis, 21 Agustus 2025 | 22:28 WIB
Prof AM Hendropriyono dan Prof Muhammad Salim Abu Ashi di sela-sela Studi Filsafat Islam di Universitas Al Azhar Cairo Mesir

SENAYANPOST - Dukungan bagi Manifesto Internasional (Terbuka) Filsafat Intelijen yang digagas oleh Guru Besar Filsafat Intelijen Jenderal TNI (Purn) Prof Dr Abdullah Mahmud Hendropriyono terus bergulir.

Guru Besar Ilmu Tafsir yang juga merupakan Mantan Dekan Pascasarjana Universitas Al Azhar Cairo Mesir Prof Dr Muhammad Salim Abu Ashi menyatakan dukungannya untuk Manifestasi Internasional (Terbuka) Filsafat Intelijen. 

Prof Dr Muhammad Salim Abu Ashi merupakan salah satu pemateri dalam kursus singkat yang diadakan oleh Forum Diskusi Pancasila dengan World Organization for Al Azhar Graduates (WOAG) bertempat di gedung sekretariat WOAG di area Kampus Terpadu Universitas Al Azhar Mesir di distrik Nasr City provinsi Cairo pada 29 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020.

Pakar Filsafat yang juga disebut Al Ghazali Masa Kini memberikan pesan kepada para insan intelijen untuk mendalami Ilmu Filsafat Analitika dan Ilmu Logika.

"Utamakan mendalami filsafat analitika dan ilmu logika," pesannya yang disampaikan melalui Redaksi Senayan Post pada Kamis 21 Agustus 2025.

"Ilmu logika merupakan ilmu alat untuk mempelajari semua ilmu. Tanpa menguasai ilmu logika, kita tidak akan mampu menghadapi narasi-narasi menyesatkan kelompok-kelompok yang menyimpang," tegasnya.

Adapun mendalami filsafat analitika sangat penting karena memudahkan menganalisis makna dan maksud dari sebuah fenomena yang terjadi atau pernyataan-pernyataan para tokoh.

"Seorang filsuf selalu menganalisis dan menjelaskan berbagai fenomena yang terjadi, dan berfikir memencari maksud-maksud yang tersembunyi," jelasnya.

Manifesto Internasional (Terbuka) Filsafat Intelijen dideklarasikan oleh Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono dan sejumlah guru besar pada Senin 18 Agustus 2025 kemarin di Fakultas Filsafat Universitas Gajah Mada Yogyakarta untuk mengantisipasi dan menanggulangi operasi-operasi intelijen yang nir-moral. (Muqoddas)

Tags

Terkini