nasional

Intelijen Harus Bermoral, Ketua OIAAI TGB Zainul Majdi Dukung Manifesto Internasional (Terbuka) Filsafat Intelijen Gagasan AM Hendropriyono

Kamis, 21 Agustus 2025 | 10:33 WIB
Menakar Kesetiaan dan Kepatuhan Kepada TGB. (www.ntbpos.com/Najamudin Anaji)

SENAYANPOST - Manifesto Internasional (Terbuka) Filsafat Intelijen seruan etis telah dideklarasikan sebagai  oleh Guru Besar Filsafat Intelijen Jenderal TNI (Purn) Prof Dr Abdullah Mahmud Hendropriyono pada Senin 18 Agustus 2025 di Fakultas Filsafat Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

Manifesto ini mendapatkan dukungan dari Ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar cabang Indonesia (OIAAI) Dr TGB Muhammad Zainul Majdi.

Dalam pernyataannya kepada Redaksi Senayan Post pada Rabu 20 Agustus 2025 Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak 2008 hingga 2018 ini menegaskan bahwa Intelijen harus berlandaskan nilai-nilai moral.

"Setuju. Intelijen harus berbasis nilai-nilai moral," tegas cucu Pahlawan Nasional Maulana Syaikh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.

 

Adapun isi dari Manifesto Internasional (Terbuka) Filsafat Intelijen adalah sebagai berikut :

 

MANIFESTO INTERNASIONAL (TERBUKA) FILSAFAT INTELIJEN

 

Pembukaan

Kami, para cendekiawan, praktisi, dan pemerhati intelijen dari seluruh penjuru dunia, menyadari bahwa perkembangan keadaan internasional dewasa ini menunjukkan kecenderungan yang mengkhawatirkan. Dunia sedang dilanda gelombang proxy war yang bersenjatakan hoaks, disinformasi, dan simulakra— rekayasa realitas yang mengaburkan kebenaran. Fenomena ini bukan hanya memecah belah antarbangsa, tetapi juga mengikis kepercayaan publik terhadap institusi, hukum, dan kebenaran itu sendiri. Sejalan dengan tanggung jawab moral kita sebagai bagian dari komunitas global, kami menyatakan Manifesto ini sebagai seruan etis untuk mengembalikan fungsi sejati intelijen bagi kemaslahatan umat manusia dan kelestarian lingkungannya.

 

1. Paradigma Intelijen untuk Kemaslahatan Manusia dan Lingkungan

Intelijen sejati tidak hanya berurusan dengan keamanan negara, tetapi juga dengan keamanan hidup umat manusia dan kelestarian lingkungan. Paradigma intelijen yang kami usung adalah paradigma yang humanis, etis, dan berorientasi pada masa depan, yang mengutamakan kehidupan damai dan keberlanjutan ekologis.

Halaman:

Tags

Terkini