nasional

Dari Laut Cina Selatan ke Suriah: AM Hendropriyono Beberkan Manuver AS dan Perang Proksi Melawan Iran

Selasa, 24 Juni 2025 | 15:43 WIB
Tokoh intelijen senior Jenderal (Purn.) AM Hendropriyono ungkap manuver AS dari Laut Cina Selatan ke Suriah untuk lawan Iran. (Tangkapan layar Youtube Mahfud MD Official)

SENAYANPOST - Konflik berkepanjangan di Suriah tampaknya bukan sekadar perebutan kekuasaan dalam negeri.

Menurut tokoh intelijen senior Indonesia, Jenderal (Purn.) AM Hendropriyono, ada permainan besar yang sedang dimainkan di balik layar.

Dalam pernyataan terbarunya, Hendropriyono menyebut bahwa Amerika Serikat (AS) sejak lama telah menyiapkan skenario cadangan dalam perang geopolitik global.

Saat rencana memindahkan pusat ketegangan dari Eropa ke Asia Tenggara, khususnya kawasan Laut Cina Selatan gagal, Washington beralih ke rencana B, yaitu menguasai Suriah.

"Plan B-nya harus menguasai Suriah. Amerika harus menguasai Suriah. Sudah terjadi, tidak disangka," ungkap Hendropriyono pada 22 Juni 2025, dikutip SenayanPost.com dari Youtube Mahfud MD Official.

Baca Juga: Suriah Jadi Transit Serangan Israel dan Iran, Rezim Ahmad Al Sharaa Masih Diam Seribu Bahasa

Tujuan utama di balik penguasaan ini, lanjutnya, adalah untuk menyerang Iran, negara yang selama ini dianggap sebagai poros perlawanan terhadap dominasi Barat di Timur Tengah.

Apalagi dengan Dataran Tinggi Golan yang sudah lebih dulu dikuasai oleh Israel, Suriah menjadi titik strategis berikutnya.

"Saya sudah kira ini, pasti mau serang Iran," jelas mantan Kepala BIN tersebut.

Namun, Suriah bukan medan yang mudah. Keberadaan pasukan Rusia di wilayah itu membuat keterlibatan langsung AS menjadi sangat berisiko.

Tapi, di sinilah menurut Hendropriyono, peran intelijen—khususnya CIA—bekerja dalam senyap.

Baca Juga: Pidato di Rusia, Presiden Prabowo Dapat Delapan Kali Applause dari Putin dan Hadirin

"Pemikiran kita, menguasai Suriah tidak mudah, karena ada pasukan Rusia di situ. Tapi kerjaan intel CIA biasa, Rusianya pergi meninggalkan Suriah, pulang ke Moskow, diserbulah Suriah,” katanya.

Dalam proses itu, kelompok-kelompok bersenjata yang anti-pemerintah memainkan peran kunci.

Halaman:

Tags

Terkini