SENAYANPOST - Pengusaha sekaligus pemilik CT Corp Chairul Tanjung mendukung penuh langkah Akbar Tandjung untuk membangun Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIB) di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Hal itu disampaikan Chairul Tanjung saat melihat langsung lokasi tanah pertapakan STAIB yang disiapkan Yayasan Maju Tapian Nauli (Matauli) yang terletak tidak jauh Tugu Titik Nol Peradaban di Nusantara di Barus.
Chairul Tanjung mengatakan Barus memiliki nilai historis yang kuat sebagai titik awal masuknya Islam ke Nusantara.
Oleh karena itu, ia berharap pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIB) tidak hanya menjadi simbol sejarah, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan dan perkembangan peradaban Islam di Indonesia.
“Tentu kita menyambut baik ide pendirian Sekolah Tinggi Agama Islam di Barus ini. Kita berharap Barus bisa menjadi center of gravity atau titik tumbuhnya peradaban Islam, bukan hanya tempat masuknya, tetapi juga tempat berkembangnya peradaban Islam di Indonesia,” ujar Chairul Tanjung dalam kunjungannya di Barus, Kamis (27/3).
Ia juga menegaskan bahwa berbagai program sosial dari CT Corp, seperti Mega Berbagi dan ZISWAF (Zakat, Infak, dan Wakaf), dapat dikoordinasikan untuk mendukung pembangunan STAIB yang digagas oleh tokoh nasional Akbar Tandjung.
"Insyaallah (ada bantuan). Tentu nanti berkoordinasi antara Yayasan Matauli. Kita banyak program, ada Mega Berbagi, ZISWAF CT Corp, macam-macam. Itu nanti bisa dikoordinasikan," tuturnya.
Sementara itu, Fitri Krisnawati Tandjung, Ketua Yayasan Matauli, menyampaikan rasa bangga dan bahagianya atas kehadiran Chairul Tanjung dan rombongan.
Sebagai putra daerah asal Sorkam Barus, Chairul Tanjung dinilai memiliki visi yang sama dalam membangun dan memajukan daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kehadiran beliau hari ini memberikan semangat baru bagi kami. Membangun kampung akan terasa lebih ringan dan penuh semangat jika banyak sahabat yang berkontribusi. Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari CT Corp dan berharap kolaborasi ini terus berkembang,” ujar Fitri.
Putri pertama Akbar Tandjung tersebut menjelaskan, pendirian STAIB merupakan ide dan gagasan langsung dari Akbar Tandjung untuk memperkuat Titik Nol Peradaban Islam di Nusantara yang diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 17 April 2017 lalu.
Fitri Tandjung mengatakan, saat ini STAIB sudah menjalankan operasional perkuliahan sejak tahun 2021 setelah keluarnya izin operasional STAIB dari Kementerian Agama.
STAIB memiliki dua program studi yakni Prodi Sejarah Peradaban Islam dan Studi Agama-Agama serta memiliki 75 mahasiswa yang seluruhnya tinggal di asrama.
"Saat ini operasional STAIB masih dilaksanakan di Kampus Matauli di Pandan. Seluruh mahasiswa mendapat beasiswa penuh dari Yayasan Matauli selama 8 semester dan wajib tinggal di asrama yang telah disiapkan," tambahnya.