nasional

Menteri Agama RI Inisiasi Nama Masjid PIK-2, Hadiri Pencanangan Perdana Pembangunannya Jelaskan Masjid adalah Dekorasi Langit

Sabtu, 8 Maret 2025 | 16:34 WIB
Menag RI Prof Nasaruddin Umar Hadiri Pencanangan Perdana Masjid Al Ikhlas PIK-2

 

SENAYANPOST - Menteri Agama Republik Indonesia Prof Dr Nasaruddin Umar menghadiri pencanangan perdana Masjid Al Ikhlas di Riverwalk Island  Pantai Indah 2 (PIK-2) pada Jumat 7 Maret 2025 yang dilaksanakan setelah ibadah Shalat Jum’at berjamaah.

Menurut Direktur Utama Agung Sedayu Group Letjen TNI Mar (Purn) Dr Nono Sampono MSi penamaan masjid ini langsung dari Menteri Agama RI Prof Dr Nasaruddin Umar sendiri.

“Harapannya menjadi icon keagamaan yang menerangi dan menyejukkan suasana kebatinan di kawasan ini,” jelas mantan Komandan Korps Marinir ke-16 ini.

Pria kelahiran Bangkalan Madura Jawa Timur pada 1 Maret 1953 ini menjelaskan bahwa pembangunan Masjid Al Ikhlas untuk memenuhi kebutuhan ibadah penduduk dan pekerja di PIK-2 yangs emakin meningkat. Sampai saat ini, masyarakat PIK-1 dan PIK-2 beribadah di Masjid An Nur di Pantai Indah Utara, Masjid Al Muhajirin di Agung Sedayu Tower dan beberapa musholla yang tersebar di beberapa lokasi.

“Masjid Al Ikhlas terletak di area yang nantinya ramai oleh kegiatan usaha, speerti masjid-masjid di Istanbul dan Masjidil Haram Makkah yang dikelilingi pusat usaha dan ekonomi. Mengingat Umat Islam beribadah lima kali sehari dimudahkan jika tempat ibadahnya dekat dengan tempat usahanya,” imbuhnya.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPR) RI ini menjelaskan bahwa biaya pembangunan dan konstruksi sekitar Rp 45 Milyar dengan target waktu yaitu akhir tahun 2025 dan bila pembangunannya lancar tanpa alangan akan membangun lagi masjid yang lebih besar yang ebrkapasitas 5000 jamaah yang jika dibangun saat ini akan selesai di akhir 2026 nanti.

“Semoga dengan hadirnya Masjid Al Ikhlas ini akan melahirkan masyarakat yang semakin kuat keimanan dan ketakwaannya kepada agamanya sekaligus sebagai manusia yang berbudi mulia yang memiliki nilai-nilai toleransi terhadap sesama anak bangsa,” harapnya.

Menteri Agama RI Prof Nasaruddin Umar dalam sambutannya berharap bahwa Masjid Al Ikhlas di PIK-2 dan masjid-masjid di Pantai Indah Kapuk tidak hanya menjadi hiasan di bumi tetapi juga menjaid hiasan di langit.

“Masjid dan rumah ibadah lainnya adalah dekorasi langit. Rasulullah SAW pernah menyampaikan bahwa para malaikat melihat dari langit ada tempat-tempat di bumi yang bercahaya, dan Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa itu adalah tempat-tempat ibadah di mana para manusia memanggil nama Tuhan,” jelasnya.

Imam Besar Masjid Istiqlal ini menjelaskan bahwa saat ini Kementerian Agama RI mengembangkan kurikulum cinta yang merupakan intisari dari ajaran Agama Islam dan agama-agama lain yang ada di muka bumi. Pndekatan kemanusiaan adalah pendekatan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, Sidharta Gautama dan pemimpin agama lainnya, karena rasa kemanusiaan adalah tunggal.

“Humanity in only one there is no color. Kemanusiaan adalah fitrah yang lahir dalam keadaan putih bersih. Seluruh ayat Al Qur’an yang berjumlah 6.666 ayat kesimpulannya adalah surah Al Fatihah. Adapun Kesimpulan surah Al Fatihah adalah ayat pertamanya yaitu ucapan baslamah yang intisarinya adalah 2 (dua) kata terakhir Ar Rahman dan Ar Rahim. Keduanya dari akar kata yang sama yaitu Ar Rahmah yang berarti cinta” tegasnya.

Masjid Al Ikhlas berada di lahan 2.535 meter persegi dengan luas bangunan 1800 meter persegi dan kurang lebih menangpung 600 jamaah di dalam dan jika sampai di luar lebih dari 1000 jamaah. Mengusung konsep islamic classical dengan kubah emas diapit 2 (dua) minaret yang merepresnetasikan kejayaan arsitektur Turki Ottoman dan Timur Tengah. Acara ini dihadiri sejumlah petinggi Agung Sedayu Group dan Salim Group serta sejumlah pejabat terkait. (Muqoddas)

 

Tags

Terkini