SENAYANPOST - Gunung Lewotobi erupsi di Flores Timur, pemerintah masih memantau adanya awan panas yang dihasilkan.
Badan Geologi Kementerian ESDM mengatakan bahwa awan panas yang dihasilkan oleh erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki masih membahayakan penerbangan.
Oleh karena itu, tiga maskapai di Kupang untuk sementara waktu membatalkan penerbangan akibat erupsi.
Laporan yang didapat oleh tim vulkanologi Badan Geologi di Flores Timur mencatat bahwa tinggi kolom abu berkisar satu kilometer sampai lebih dari lima kilometer ke udara dari puncak gunung.
Baca Juga: AM Hendropriyono Apresiasi Keputusan Indonesia Hadiri KTT BRICS di Era Geopolitik yang Tak Menentu
Diketahui, pada Jumat dinihari gunung tersebut kembali erupsi, terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi 162 detik.
Terkait dengan awan panas akibat erupsi Gunung Lewotobi, hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Muhammad Wafid.
"Kemudian sebaran abunya yang tebal itu mengarah ke utara sampai barat laut. Dan itu menimbulkan penutupan lagi bandara dari Maumere, Ende, Kupang, dan sebagainya," kata Muhammad Wafid pada 8 November 2024, dikutip SenayanPost.com dari Antara.
Sejauh ini, sudah ada tiga maskapai yang membatalkan penerbangan, yaitu Susi Air, Nam Air, dan Wings Air.
Baca Juga: Kolaborasi YCAB Foundation dengan Genshin Impact untuk Mengasah Keterampilan Digital Generasi Muda
Tim lapangan mengonfirmasi bahwa sepertinya aktivitas penerbangan akan cukup lama jika dilihat dari karakteristik erupsi Gunung Lewotobi yang saat ini sudah di luar standar normalnya.
Menurut Wafid, hal ini salah satunya disebabkan adanya perubahan strombolian ke arah eksplosif yang terjadi sejak Januari hingga Oktober.
Kemudian aktivitas tremor kegempaan yang terus-menerus yang masih berlangsung hingga hari ini.
"Nah proses-proses perubahan ini yang menjadi tantangan buat kami untuk memberikan rekomendasi yang lebih detail lagi nanti kepada publik. Sementara ini yang perlu disampaikan," pungkasnya.***