nasional

AM Hendropriyono Ungkap Tantangan Geopolitik Global di Era Proxy War dalam Orasi Ilmiah di Wisuda STHM

Kamis, 7 November 2024 | 15:23 WIB
Prof AM Hendropriyono menyampaikan orasi ilmiah dalam wisuda Sarjana dan Pascasarja Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) di Balai Sudirman, Jakarta, Kamis 7 November 2024.

SENAYANPOST - Jendral TNI (Purn) Prof AM Hendropriyono, Guru Besar Bidang Intelijen ungkap tantangan geopolitik global di era proxy war, dalam orasi ilmiah di wisuda Sarjana dan Pascasarjana Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM) di Balai Sudirman, Jakarta, Kamis 7 November 2024.

Dalam orasi ilmiah yang berjudul "Menjawab tantangan geopolitik dan menghadapi ancaman geostrategi dalam era proxy war". AM Hendropriyono memaparkan sejumlah tantangan geopolitik Indonesia di era proxy war,

Pertama, AM Hendropriyono mengulas tentang perang antara Ukraina dan Rusia yang sudah berlangsung lebih dari 1.000 hari.

Menurut mantan kepala Badan Intelijen Negara menyebutkan, hingga saat ini tidak ada tanda-tanda perang akan berakhir meski dukungan dari Amerika Serikat dan negara-negara Barat untuk Ukraina mulai nampak berkurang.

Baca Juga: AM Hendropriyono dan Purnawirawan Senior TNI Hadiri Sertijab Menteri Pertahanan

"Perang di Eropa tersebut merupakan suatu Proxy War, yang Ukraina menjadi Proxy dari Amerika Serikat untuk mengancam Rusia. Akibatnya, membuat aspek ekonomi negara-negara Eropa yang melemah dan makin hari makin terpuruk," ungkap Hendropriyono.

Sementara disisi lain, konflik Israel-Palestina juga tidak mengalami penurunan eskalasi.

"Di belahan bumi yang lain yaitu di Timur Tengah, negara Israel juga merupakan Proxy dari Amerika Serikat (AS) dan dapat menjadi suatu Pariah State, setelah lebih dari 40 ribu orang rakyat terbunuh sejak tanggal 7 Oktober 2023," tambahnya.

Meski sentimen dunia terhadap rezim Netanyahu semakin negatif, Hendropriyono mengatakan Israel nampak tidak peduli.

Baca Juga: AM Hendropriyono Kembali Tegaskan Pentingnya Angkatan Siber pada TNI, Ini Alasannya

"Demikian pula terjadi berbagai macam aksi boikot, pemutusan hubungan diplomatik dan penghentian penjualan senjata ke Israel terutama oleh Italy. Walaupun demikian serangan militer Israel justru meluas sampai ke Syria, Lebanon dan sekarang mulai menyerang Iran," tuturnya.

Bahkan agresi Israel ke Lebonan, melukai anggota TNI yang menjadi Pasukan Perdamaian Dunia di Lebanon. Tidak hanya itu, Israel bahkan menyebut Sekjen PBB sebagai 'orang yang tak dianggap.

"Di samping itu pemerintah Israel menyatakan Sekertaris Jenderal PBB sebagai Persona-non-Grata, yang dalam hukum diplomatik berarti "orang yang tidak diinginkan", sehingga Israel berhak untuk menolak atau mengusirnya pulang," ujarnya.

Nah, tantangan terakhir geopolitik global menurut Hendropriyono adalah pertemuan BRICS yang baru-baru ini digelar di Kazan, Rusia.

Halaman:

Tags

Terkini