nasional

Gagas Kementerian Ekologi, Diaz Hendropriyono Ingatkan Pentingnya Orkestrasi Kebijakan Hadapi Ancaman Perubahan Iklim

Senin, 14 Oktober 2024 | 22:06 WIB
Diaz Hendropriyono, Stafsus Presiden Jokowi. Foto: ist

 

SENAYANPOST – Perkembangan perubahan iklim di dunia telah menimbulkan goncangan tidak hanya di bidang sosial dan kesehatan akan tetapi juga dampak pada perekonomian banyak negara.

Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Diaz Faisal Malik Hendropriyono yang kerap dikenal dengan Diaz Hendropriyono pada Jumat 4 Oktober 2024 meluncurkan film documenter DANGEROUS HUMANs: Toward Zero eMissions ?

Diaz Hendropriyono mengungkapkan Dangerous Humans sebagai mereka yang merusak kehidupan di bumi.

“Kehadiran manusia yang seperti inilah, yang karena keserakahannya, mengkonsumsi dan memproduksi dengan tidak bertanggung jawab, yang membuat emisi gas rumah kaca secara berlebihan, yang pada akhirnya akan mengurangi semua sumber terbatas yang kita miliki semakin berkurang,” jelasnya.

Diaz Hendropriyono menyebutkan bahwa pemanasan global dari kerusakan lingkungan merupakan ancaman yang berbahaya terkait eksistensi umat manusia di masa depan. Maka dari itu, berdasarkan hasil kajian-kajian ilmiah dan lapangan yang digelutinya, pihaknya menyampaikan beberapa rekomendasi yaitu :

Pertama, perlunya memfasilitasi semua ecopreneurs perlu difasilitasi agar dapat lebih mudah berkolaborasi dalam sebuah sustainable ecosystem yang terbangun.

Kedua, pendidikan mengenai perubahan iklim harus menjadi mata pelajaran wajib bagi siswa siswi di seluruh Indonesia

“Agar generasi penerus tidak menjadi dangerous humans selanjutnya, akan tetapi jadi generasi yang lebih baik,” tegasnya.

Ketiga, perlunya peningkatan anggaran riset terkait perubahan iklim.

Keempat, perlu adanya sumber pendanaan tambahan untuk pencapaian target penurunan emisi.

“Beberapa star ups dapat berkontribusi untuk mendukung mekanisme carbon credit, sepertri Truclimate dan Terra Thrive yang menawarkan jasa carbon management dan carbon accounting atau carbon ethics yang menghubungkan pelaku usaha dengan pemilik hutan,” ungkapnya

Kelima, Perlu ada dorongan agar semua produk-produk yang ramah lingkungan mendapatkan eco label secara bertahap.

“Secara khusus perlu ada upaya seluruh UMKM di Indonesia yang memiliki keterbatasan pembiayaan bisa mendapatkan sertifikat hijau tersebut supaya lebih mudah untuk menembus pasar internasional. Sekaligus membantu UMKM naik kelas,” jelasnya.

Maka dari itu, sudah seharusnya Indonesia sebagai negara yang sangat terancam dengan perubahan iklim dan pemanasan global perlu memiliki institusi pemerintahan yang jelas untuk dapat mengoskestrasi semua kebijakan terkait pelestarian lingkungan hidup.

“kita membutuhkan sebuah instansi yang dapat mengorkestrasi semua kebijakan dan menjawab segala tantangan terkait global warming. Kita membutuhkan Kementerian Ekologi Republik Indonesia,” pungkasnya.

Halaman:

Tags

Terkini