Ketiga, para Mursyid tarekat menginginkan agar dokumentasi kesejarahan awal berdirinya organisasi tarekat ditata dengan valid dan rapi. Sebab para beliau tidak ingin generasi mendatang mengalami kebingungan akan sejarah masa lalunya dan para mursyid tarekat juga tidak ingin nilai-nilai keagungan dari organisasi tarekat ini dibelokkan oleh pihak-pihak tertentu demi kepentingannya.
Romo KH. Chalwani Nawawi sebagai putra pendiri organisasi tarekat ini, yakni KH. Nawawi, dan salah satu saksi sejarah yang masih tersisa tentu paham betul tentang seluk beluk organisasi tarekat ini. Tentang motivasi yang melatar belakangi berdirinya organisasi tarekat, tentang siapa saja yang terlibat dan peranannya masing-masing, dan apa yang ingin diperjuangkan oleh organisasi tarekat ini.
Saat ini tongkat komando JATMAN mutlak berada pada PBNU karena kepengurusan yang lalu sudah habis masa periodenya dan tidak mungkin diperpanjang lagi. Sebab, kepengurusan periode yang lalu sudah diketuai oleh Habib Luthfi bin Yahya selama 24 tahun terhitung semenjak tahun 2000 M. ketika awal mula beliau terpilih sebagai ketua JATMAN. Berarti beliau memimpin JATMAN sudah labih dari dua periode. Sebagai anak yang taat kepada titah orang tua, kita segenap warga JATMAN siap patuh terhadap segala keputusan PBNU. Baik tentang mekanisme pemilihannya ataupun hasilnya. Siapapun nantinya yang ditetapkan oleh PBNU sebagai ketua JATMAN adalah nahkoda bagi kami.
Sebagai catatan terakhir, saya dan segenap warga tarekat meyakini dengan sepenuh hati bahwa tidak ada satu mursyid pun yang berambisi ingin menjadi ketua JATMAN atau ingin mencalonkan dirinya sebagai ketua JATMAN. Romo Yai Chalwani dan rombongan yang beberapa hari lalu sowan ke kantor PBNU adalah dalam rangka bermusyawarah bersama segenap jararan pengurus PBNU demi kebaikan dan lillahi ta’ala tanpa ada tendensi apapun.