SENAYANPOST - Menteri Pertahanan (Menhan) sekaligus presiden terpilih Indonesia, Prabowo Subianto menyambangi Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow belum lama ini.
Kunjungan Prabowo ke Rusia ini dalam agenda memperkuat kemitraan strategis dan kerja sama pertahanan antara kedua negara.
Prabowo sendiri disambut langsung oleh Presiden Putin bersama jajaran menterinya.
"Kami mengenal Anda sebagai sahabat baik negara kami. Anda tidak hanya dihormati di Indonesia sebagai pemimpin militer terkemuka, tetapi juga sebagai tokoh politik. Anda telah menjabat sebagai menteri pertahanan selama bertahun-tahun. Saya tahu bahwa Anda telah mengembangkan hubungan yang sangat baik dengan rekan-rekan Rusia Anda," kata Presiden Putin pada 31 Juli 2024, dikutip SenayanPost.com dari kremlin.ru.
Dalam kesempatan itu, Putin juga mengingat persahabatan Rusia dan Indonesia yang terjalin sejak lama.
Baca Juga: Jelang Pilkada Jakarta 2024, NasDem Buka Peluang Pertemuan Anies dan Prabowo di Kongres III
"Rusia dan Indonesia memiliki persahabatan yang telah terjalin lama sejak puluhan tahun lalu. Tahun depan, kita akan menandai 75 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara kita," lanjutnya.
Putin juga menggarisbawahi hubungan perdagangan Rusia dan Indonesia yang terus meningkat.
Ia berharap hal positif ini akan terus berlanjut di masa kepemimpinan Prabowo yang rencananya akan dilantik pada Oktober mendatang.
"Saya ingin mencatat bahwa hubungan perdagangan dan ekonomi kita telah berkembang dengan sangat baik akhir-akhir ini. Terlepas dari pandemi dan perkembangan terkini di sekitar Rusia, termasuk pembatasan terkait, perdagangan kita telah tumbuh. Perdagangan telah meningkat dua kali lipat selama beberapa tahun terakhir. Ini adalah tren yang sangat positif, yang membuat kita bahagia. Saya berharap hal ini akan terus berlanjut," ungkapnya.
Baca Juga: EKSKLUSIF : Muhammadiyah Berharap Prabowo Subianto Perkuat Demokrasi Sipil
Kemudian, Putin juga berharap rancangan perjanjian zona perdagangan bebas yang siap ditandatangani akan berdampak positif.
"Kami juga berharap bahwa rancangan perjanjian tentang zona perdagangan bebas EAEU-Indonesia, yang siap ditandatangani, akan memainkan peran yang positif dan substansial dalam pengembangan hubungan perdagangan dan ekonomi kita. Pasar EAEU sangat besar. Pasar Indonesia, dengan populasi hampir 300 juta, juga sangat menarik bagi Rusia," jelasnya.
Rusia juga menekankan komitmennya untuk meningkatkan hasil pengiriman pertanian dan proyek investasi di bidang energi ke Indonesia.