nasional

Indonesia Kecam Keras Pembunuhan Ismail Haniyeh, Jokowi: Tidak Bisa Ditoleransi

Kamis, 1 Agustus 2024 | 16:21 WIB
Presiden Jokowi kecam keras pembunuhan Ismail Haniyeh Kepala Biro Politik Hamas sekaligus mantan Perdana Menteri Palestina itu. (X.com/@jokowi)

Dalam pernyataan resminya, Hamas langsung menyebut Israel terlibat dalam serangan udara yang menewaskan petingginya itu.

Baca Juga: Profil Ismail Haniyeh, Kepala Biro Politik Hamas yang Jadi Target Pembunuhan di Iran

Serangan roket tersebut menghantam tempat kediaman Haniyeh sekitar pukul 02.00 pagi waktu setempat.

Rencananya, Haniyeh akan dimakamkan pada hari Jumat di Doha, Qatar.

Iran Sampaikan Duka Cita

Warga Iran berkabung untuk mengenang pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh pada hari Kamis, sehari setelah ia dibunuh di ibu kota Iran dalam sebuah serangan yang telah meningkatkan kekhawatiran akan konflik langsung antara Teheran dan musuh bebuyutannya Israel.

Siaran langsung TV pemerintah menunjukkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei memimpin doa di pemakaman Haniyeh di Universitas Teheran, di mana ribuan pelayat berpakaian hitam meneriakkan "Matilah Israel" dan "Matilah Amerika".

Jenazahnya akan diterbangkan ke Qatar, tempat Haniyeh biasanya bermarkas, untuk dimakamkan pada hari Jumat.

Baca Juga: Brigade Al Qassam soal Pembunuhan Ismail Haniyeh: Kecerobohan Zionis Israel Harus Diakhiri

"Beristirahatlah dengan tenang, Abu Al-Abed Ismail Haniyeh. Bangsa kita, Iran, Poros Perlawanan, rakyat Anda, para pejuang Anda ... bersatu dalam pilihan perlawanan untuk mengakhiri pendudukan Zionis," kata wakil kepala Hamas di Gaza Khalil Al-Hayya dalam pidato yang disiarkan televisi di Universitas Teheran.

Poros Perlawanan atau Axis of Resistance adalah aliansi yang dibangun selama empat dekade atas dukungan Iran untuk melawan pengaruh Israel dan AS di Timur Tengah.

Iran dan kelompok Perlawanan Palestina menuduh Israel melakukan serangan yang menewaskan Haniyeh beberapa jam setelah ia menghadiri pelantikan presiden baru Iran di Teheran pada hari Rabu.

Namun, pejabat Israel belum mengaku bertanggung jawab atas serangan yang memicu ancaman balas dendam terhadap Israel dan memicu kekhawatiran lebih lanjut bahwa konflik Israel-Hamas di Gaza berubah menjadi perang habis-habisan di Timur Tengah.***

Halaman:

Tags

Terkini