Sapri Sale
Sapri Sale, dosen PKU-MI (Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal)
Beredararnya Foto Imam Besar Mesjid Istiqlal, Prof. Dr. Nassarudin Umar,di kota New York memantik reaksi yang sudah jauh dari konteks dan telah ditarik ke ranah politis yang memicu kegaduhan yang tidak sehat.
Sangat disayangkan, mereka yang sangat terpelajar ikut-ikutan menceburkan diri dalam perdebatan yang tidak produktif.
Imam Besar Istiqlal, sebagai simbol negara tentunya sangat paham akan posisi politik negara Indonesia terhadap isu Palestina.
Kesediaan Imam Besar memenuhi undangan American Jewish Committee (AJC) semata-mata sebagai tokoh agama yang menjunjung tinggi keharmonisan antar-agama serta menunjukkan bagaimana mendudukkan persoalan pada tempat dan porsi yang semestinya. Kehadiran Imam Besar bukan dalam konteks politik, karena memang bukan aktor politik.
Perlu ditekankan di sini, beliau hadir dalam kapasitas sebagai tokoh agama dan kemanusiaan yang tentunya berusaha mencari jalan untuk mengakhiri nestapa yang menimpa saudara-saudara kita di Palestina hari-hari ini. Jejak jejaknya membuktikan hal tersebut.
Menurut nalar sehat saya, jika ada pertanyaan , dalam kegiatan beliau di AJC, New York, terkait sikap beliau terkait Palestina, beliau pasti dengan tegas meneguhkan posisinya mendukung penuh kemerdekaan bangsa Palestina. Imam Besar bukan hanya tokoh nasional, tetapi juga tokoh internasional yang sangat kosmopolit. Gagasan dan pemikirannya melampaui zaman. Wawasan dan kebijaksanaannya tidak perlu diragukan lagi.
Untuk itu, marilah kita bersikap bijaksana menyikapi foto tersebut. Tidak usah disikapi secara politis, apalagi sampai dikaitkan-kaitkan dengan kunjungan beberapa anak muda ke Israel baru-baru ini yang mengaku intelektual muda Muslim yang ujungnya hanya memantik kegaduhan di jagat maya.
Membandingkan kehadiran Imam Besar di AJC, New York, USA dengan kunjungan beberapa anak muda tersebut sama sekali bukan sikap yang bijaksana dan intelektual.
Imam Besar Istiqlal adalah simbol negara, sementara anak-anak muda yang telah menimbulkan kegaduhan itu hanyalah anak-anak muda yang ingin 'tampil beda' dan ingin bermain di luar zona nyaman mereka.
Kegiatan Imam besar telah diperhitungkan dan dikaji dengan matang. Dan akan membawa terebosan dan hasil positive bagi umat lebih luas.