Berbeda dengan Perdana Menteri yang menjalankan roda pemerintahan.
Baca Juga: Kunjungan 5 Nahdliyin ke Israel Tuai Kecaman, PBNU: Itu Melukai Perasaan Kita Semua
"Presiden Israel itu hanya simbol seremonial belaka. Tidak menjalankan roda pemerintahan sehari-hari," ujarnya.
Sehingga Nadirsyah menilai alasan berdiskusi soal konflik Israel dan Palestina menunjukkan ketidakpahaman struktur pemerintahan di sana.
"Jadi alasan mau berdiskusi soal konflik dengan dia itu menunjukkan ketidakpahaman soal struktur pemerintahan Israel," ungkapnya.
Nadirsyah juga menyebut bahwa seruan damai dari Paus Fransiskus dan Sekjen PBB saja diabaikan oleh Israel.
Baca Juga: Hamas Bantah Mundur dari Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza, Sebut Netanyahu Halangi Kesepakatan
"Lagipula seruan damai Sekjen PBB dan Paus Fransiskus saja dicuekin, mereka ini siapa kok merasa bisa mempengaruhi kebijakan Netanyahu. Banyakin ngaca mas - mbak," jelasnya.***