SENAYANPOST -- Jendral TNI (Purn) AM Hendropriyono kembali mengingatkan bahwa, beberapa negara sudah memiliki angkatan perang ke-4.
“Kita tahu beberapa negara sudah membangun angkatan perang menjadi 4 angkatan. Bukan hanya angkatan darat laut udara, tapi ada angkatan siber dan ini ada kepala stafnya sendiri. Jadi sekarang sudah ada tentara angkatan ke-4,” ungkap Hendropriyono
Mantan Kepala BIN ini menyampaikan hal tersebut, selepas menghadiri acara bincang buku Mimpi Tentang Indonesia yang ditulis oleh Budiman Tanuredjo, Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas di Bentara Budaya, Palmerah, beberapa hari lalu.
Bahkan jauh sebelumnya, Hendropriyono pun pernah membahas tentang angkatan perang ke 4 di TNI.
Baca Juga: Cucu AM Hendropriyono Resmi Jadi Dokter Spesialis Bedah Plastik Estetika Terbaik
Kepada Senayan Post, Hendropriyono pun dahulu pernah memberikan informasi bahwa Singapura saja, sudah memiliki angkatan perang ke-4.
Angkatan perang ke-4 itu adalah angkatan siber, yang punya kepala staf-nya sendiri sebagaimana angkatan perang yang sudah ada.
Ahli filsafat intelijen ini menjelaskan bahwa, perang yang ada di depan mata adalah perang psikologi atau psychological warfare dengan medan serangan di dunia maya dan siber.
Lebih lanjut Hendropriyono menerangkan bahwa, perang siber ini tidak bisa ditangani hanya oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) atau Badan Intelijen Nasional (BIN).
Baca Juga: Menhan Prabowo Subianto Resmikan Replika Kerajaan Majapahit, Puji Inisiatif AM Hendropriyono
Angkatan perang ke-4 yang sudah dibentuk oleh sejumlah negara tersebut, punya struktur berbeda dengan badan yang kini dimiliki oleh Indonesia.
Bedanya, angkatan perang ke-4 punya sifat komando. Sedangkan organisasi yang dimiliki Indonesia soal penanganan perang siber hanya organisasi staf.
"Angkatan perang siber, khusus untuk perang, dan diisi 90 persen sipil yakni para hacker atau peretas terpilih," kata Hendropriyono.
Sedangkan badan intelijen di Indonesia, umumnya justru mengurusi aspek lain seperti ekonomi dan politik.