"Tapi balik lagi, sepertinya netizen butuh pelampiasan kemarahan, dan postingan saya adalah sasaran terdekat. Perasaan marah ini valid, walau sebenarnya bisa diarahkan pada yang lebih tepat, bukan asal serang apalagi mengkaitkan isu ini dengan politik," jelasnya.
Baca Juga: Guru Besar UGM Akui Keraton Majapahit Jakarta Miliki Nilai Akademis dan Filosofis
Oleh karena itu, ia mengajak netizen untuk tidak menilai seseorang dari luarnya saja dan tidak saling menghakimi.
"Mari kita bersama-sama berhenti menilai seseorang dari kulit luarnya, dari penampilannya yang berjilbab atau tidak, dari yang terlihat mata belaka, dari apapun yang menjadi urusannya dengan Tuhan. Karena kita tidak pernah tahu apa yang dia lakukan untuk ummat, apa yang dia lakukan untuk Tuhan-nya. Mengingatkan itu baik, tapi tidak dengan menghakimi," bebernya.
Di akhir unggahan, ia berharap perang ini segera berakhir dan mendoakan saudara-saudara di Palestina.
"Mari kita bersama mendoakan saudara-saudara kita di Palestina dgn berbagai cara yang kita bisa, dan semoga perang dan pembantaian ini cepat usai," tutup Zita Anjani.***