nasional

Opini: Membangun Sorga di Neraka

Rabu, 21 Februari 2024 | 10:55 WIB
Syaefudin Simon tentang Hamas, Palestina, PLO dan Israel.

Oleh: Syaefudin Simon, Kolumnis

SENAYANPOST - Lama tak bertemu, kemarin aku telpon sahabatku, Dr. TM Luthfi Yazid, SH, teman sekelas Ganjar di UGM, yang selama masa kampanye mendampingi Paslon 03.

Bro, kenapa Ganjar kalah telak dari Prabowo dalam Pilpres? Tanyaku penasaran.

Aku tahu Luthfi kenal dekat Ganjar sejak mahasiswa. Seangkatan di Fakultas Hukum UGM dan pernah satu kos-kosan. Keduanya aktivis. Luthfi di HMI dan Ganjar di GMNI.

Mereka sering terlibat diskusi, baik di kampus maupun di ormas. Luthfi sejak mahasiswa sudah menulis di koran Kedaulatan Rakyat dan Masa Kini, Yogya.

Baca Juga: Lirik Lagu Sugar Rush Milik BIBI Punya Makna Mendalam Tentang Mandiri dalam Hidup

Ketika Ganjar dicapreskan PDIP, Luthfi yg pernah jadi anggota Tim Pengacara Capres Prabowo tahun 2019, bergabung dengan Ganjar.

Mendengar pertanyaanku, Luthfi menjawab enteng. Emang ada Pilpres? Di mana?

Aku kaget dengan jawaban Luthfi. Gak ada Pilpres? Lalu peristiwa apa yang bikin seluruh rakyat Indonesia gegap gempita pada tanggal 14 Februari itu? Sergahku.

" Oh itu. Itu bukan Pilpres. Peristiwa tanggal 14 Februari adalah pameran instalasi seni Drakor nasional berjudul Pemilu/Pilpres 2024. Penulis skenario dan sutradaranya Presiden Jokowi. Biaya pamerannya mahal sekali, mencapai Rp 500 T lebih." Ujar dosen hukum tatanegara di Gakushuin University Tokyo itu.

Baca Juga: Lirik Lagu Wife dari (G) I-DLE Lengkap dengan Romaji dan Makna, Angkat Stereotip Istri di Zaman Modern

Ho? Aku terkejut. Kok bisa begitu Bro! Tanyaku penasaran.

"Harusnya, Prabowo Gibran langsung dilantik tanggal 13 Februari. Baru ada pameran instalasi seni Drakor. Itu baru bener!" Tambah kolumnis di koran Asahi Shimbun, Jepang itu.

Wow. Luar biasa. Pekikku!

Halaman:

Tags

Terkini