SENAYANPOST - Marak ujaran kebencian di media sosial yang diarahkan kepada pengungsi Rohingya baru-baru ini.
Bukan tanpa sebab, ujaran kebencian terhadap pengungsi Rohingya yang ada di Aceh tersebut diduga kuat karena banyaknya misinformasi dan hoaks yang bertebaran di media sosial.
Ujaran kebencian tersebut semakin menguat saat sekelompok mahasiswa Aceh berdemonstrasi di hadapan para pengungsi hingga memindahkannya ke tempat baru.
Namun, akhirnya mahasiswa ini kembali memulangkan para pengungsi ke tempat asalnya setelah dikecam banyak pihak termasuk alim ulama Aceh.
Baru-baru ini, influencer Sakti Mandraguna atau akrab disapa Bang Ale langsung mendatangi Aceh dan berinteraksi dengan warga setempat untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Ia juga bersilaturahim ke Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh.
"Masyarakat Aceh itu 99 persen baik-baik dan menerima pengungsi, kami punya adat memuliakan tamu dan menolong orang kesulitan," kata Ketua MPU Aceh, TGK H Faisal Ali pada 9 Januari 2024, dikutip SenayanPost.com dari Instagram @saktimandragunaa.
Faisal menerangkan bahwa banyak provokator di media sosial yang menggiring kepada ujaran kebencian, khususnya terhadap pengungsi Rohingya tanpa mengetahui duduk perkaranya.
Baca Juga: BENARKAH PERTAHANAN DAN KEAMANAN REPUBLIK INDONESIA SEBURUK ITU?
Ia juga mengakui bahwa tidak sedikit warga Aceh yang termakan provokasi tersebut hingga akhirnya muncul narasi penolakan.
"Dan kini masyarakat juga banyak yang termakan provokasi. Provokator Rohingya itu adalah orang yang tidak terdidik rasa kemanusiaannya," tegasnya.
Tidak berhenti di sana, Bang Ale juga mewawancarai aktivis kemanusiaan yang bernama Kak Mala.