SENAYANPOST - Komandan Julid Fi Sabilillah, Erlangga Greschinov mendesak pemerintah untuk melarang salah satu perusahaan pelayaran kapal kargo ZIM Trade untuk berlabuh di Indonesia.
Dalam surat terbukanya, Erlangga menjelaskan bahwa ZIM Trade yang dimiliki orang Israel ini berlabuh di empat pelabuhan di Indonesia.
Sebelumnya, negara Malaysia melarang perusahaan pelayaran ini berlabuh di Negeri Jiran
Di awal suratnya, komandan Julid Fi Sabilillah ini menegaskan bahwa Indonesia akan selalu bersama dengan perjuangan kemerdekaan Palestina.
Baca Juga: Gempa Bumi Guncang Jepang Kekuatan 7,6 Magnitudo, Warga Jauhi Wilayah Pesisir
Hal ini adalah amanat pendiri bangsa yang akan terus dipegang.
Surat tersebut ditujukan secara khusus kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
"Bangsa Indonesia memiliki panggilan moral untuk selalu mendukung perjuangan Palestina dengan berbagai cara dan akan selalu demikian hingga kemerdekaan Palestina diserahkan kepada orang-orang Palestina," tulis Erlangga Greschinov dalam surat terbukanya pada 1 Januari 2023.
Ternyata perusahaan pelayaran ZIM Trade asal Israel ini berlabuh di empat tempat di Indonesia, salah satunya Jakarta.
Baca Juga: Lima Brigade Tempur Israel Ditarik Mundur dari Gaza, Kemenangan Palestina Makin Dekat?
"Kami telah menelusuri bahwa ZIM Trade, kapal dagang milik Israel telah memiliki jadwal berlabuh pada empat pelabuhan kita, Jakarta, Belawan, Semarang, dan Surabaya," lanjutnya.
Sebelumnya, Malaysia sudah melakukan hal serupa sebagai sikap protes terhadap kejahatan genosida Israel.
"Kami mengusulkan dan memohon kepada Bapak untuk melarang kapal-kapal dagang Israel berlabuh di pelabuhan kita sebagai bentuk perjuangan kita untuk kemerdekaan Palestina," terangnya.
Surat terbuka tersebut kabar baiknya telah mendapat respon dari Menhub Budi Karya Sumadi.