Ia berharap tragedi kemanusiaan ini tidak terulang pada lainnya.
Baca Juga: Baku Tembak Masih Terjadi di Gaza, Houthi Deklarasikan Perang dengan Israel
"Bersama-sama kita dapat membuat perbedaan, dan bersama-sama kita dapat mencegah nasib tragis yang menimpa ayah saya," jelasnya.
Sementara itu, pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mengatakan bahwa gencatan senjata harus segera dilakukan.
"Yang jelas untuk jangka pendek, gencatan senjata harus dilaksanakan," ujar Dino.
Baca Juga: Kenakan Syal Palestina, Dubes Iran Ajak Awak Media Bersimpati untuk Korban di Gaza
Namun, beberapa waktu lalu PM Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa ia tidak akan menghentikan serangan tersebut sebelum Hamas benar-benar kalah.
"Sayangnya Perdana Menteri (Israel) Bibi (Benjamin) Netanyahu telah menyatakan 'no ceasefire' dan dia akan terus melancarkan perang yang sekarang ini dilakukan di Gaza secara membabi buta," lanjutnya.
Saat ini, situasi sulit juga terlihat dalam Dewan Keamanan PBB.
Baca Juga: Studio MAPPA Bagikan Visual Terbaru Eren Yeager di Attack on Titan Final Season Part 4
Resolusi gencatan senjata selalu 'terhalang' oleh negara-negara yang mengatakan 'Tidak'.
"Kalau kita lihat di Ukraina kemarin, Dewan Keamanan PBB lumpuh karena ada salah satu anggota yang selalu memveto. Di Palestina juga kita lihat selalu ada yang veto," ungkapnya.
PBB menurut Dino tidak memiliki konsistensi untuk menjalankan tugas Dewan Keamanan.
Baca Juga: Dubes Iran Didoakan Presiden Jokowi Sukses Tingkatkan Kerjasama Indonesia-Iran
"Jadi, tidak ada konsistensi untuk melaksanakan tugas Dewan Keamanan," tandasnya.***