Pihak keluarga lantas membagikan tangkapan layar pesan chat Loren kepada salah satu sahabatnya kalau dia sudah ingin kabur saat diajak ke Medan melalui akun Instagram @sahabatloren.
“Bagasi aku biarin aja?” tulis pesan yang diduga kiriman Loren kepada sahabatnya dan disarankan untuk meninggalkan semua barangnya di bandara.
Baca Juga: Menko Polkam Bantah Isu Demo Besar Jelang HUT ke 81 RI, Tegaskan Video yang Beredar Hoaks
Selang 13 menit, Loren menuliskan pesan bahwa akhirnya dirinya ikut ke Medan.
“Engak apa-apa aku ikut, udah curiga mereka dari tadi. Nanti di Medan juga bisa cari cara,” tulis loren lagi.
Percakapan tersebut terjadi pada 5 Juni 2026 yang menurut keterangan unggahan adalah hari keberangkatan korban menuju Medan dari Jakarta.
“Di percakapan tersebut, korban mengutarakan niatnya untuk kabur dari pengawasan keluarga mantan suami. Temannya memberikan solusi untuk kabur dari pengawasan pada saat berada di terminal keberangkatan, upaya tersebut dilakukan karena temannya tidak ingin kejadian dimasa lalu terulang kembali,” tulis keterangan unggahan, dikutip pada Sabtu.
“Niat untuk kabur tersebut gagal karena korban merasa bimbang, memilih antara kebebasannya atau memilih bertemu anaknya, dan juga korban selalu dipantau dan diikuti kemanapun korban melangkah,” sambungnya.
Baca Juga: Menkum Tunggu Keputusan DPR soal Usulan Penggantian Nama RUU Perampasan Aset
Keluarga Laporkan Kejanggalan Kematian Loren
Pihak keluarga sendiri telah menempuh jalur hukum dengan membuat laporan resmi ke Polda Sumut pada Kamis, (6/8/26) malam dengan nomor LP/B/1286/VIII/2026/SPKT.
“Kejanggalan muncul saat jenazah dibawa ke rumah duka, banyak luka lebam, maupun sayatan sehingga, keluarga besar Winda Laurence Gowasa membuka pengaduan ke SPKT,” kata kuasa hukum pihak keluarga, Paul JJ Tambunan kepada wartawan di Polda Sumut pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Polisi yang memastikan tak ada unsur kekerasan dan kematian disebabkan luka tembak, keluarga justru menemukan banyak luka lebam dan memar di jenazah Loren.
Atas kejanggalan yang dirasakan tersebut, keluarga lantas membuat laporan penyebab kematian Loren sebagai dugaan pembunuhan.*
Artikel Terkait
Viral Oknum Dishub di Medan Kocar-kacil usai Diduga Lagi Peras Sopir Pikap Rp500 Ribu
Beredar Rekaman CCTV Gerombolan Orang Ketuk Pintu Kamar Kos di Medan, Diduga Maling yang Nyamar Jadi Tamu
Perjuangan Agar Bisa Mengajar ke Sekolah, Guru Ini Harus Lewati Medan Terjal di Sumatera Barat
Akhir Pelarian Sepasang Kekasih di Medan yang Diduga Lakukan Pencurian ATM Seorang Nenek 60 Tahun
Damkar Diduga Pasok Air ke Rumah Pejabat di Medan saat Warganya Alami Krisis Air