Tak sedikit pula yang menyarankan KAI, untuk memberi batasan waktu hingga menghilangkan colokan listrik meja kereta makan.
“Di meja restorasi udah ditempeli stiker untuk ga kerja/pakai laptop di restorasi, tapi baru imbauan aja, bukan larangan,” tulis akun @dis*********l
“Nah segera dikaji ya larangan buka laptop di gerbong restorasi atau kerja. Dan mungkin dibatasi maksimal 30-60 menit,” tulis akun @v.i********t
“Jangan kasih colokan listrik, coba deh perhatikan orang yang lama di restorasi sebagian besar sambil cas laptop atau HP. Tidak tersedianya colokan listrik di restorasi itu bisa mengurangi orang yang nganggap kereta makan itu co-working space,” tulis akun @fan********1
Pihak KAI pun telah buka suara, mengenai maraknya penumpang yang menggunakan kereta makan sebagai co-working space.
Pihak KAI menegaskan bahwa, restorasi pada kereta api disediakan sebagai fasilitas bersama untuk menikmati makanan dan minuman selama perjalanan.
“Kami memahami bahwa suasana restorasi yang nyaman kerap dimanfaatkan oleh sebagian pelanggan untuk bekerja. Namun demikian, kami mengimbau agar penggunaan ruang restorasi dilakukan secara bergantian, terutama pada saat kondisi penumpang padat,” ujar pihak KAI dalam keterangan tertulis di kolom reply.
“Mohon kerja samanya agar tidak menggunakan meja restorasi selain untuk keperluan makan dan minum. Serta menurut informasi telah ditindaklanjuti oleh kondektur,” tukasnya.***
Artikel Terkait
Nekat Terobos Palang Pintu Kereta Api, Sebuah Mobil Hancur Dihantam KRL di Bogor 2 Orang Tewas
Kereta Api Indonesia Hadirkan Ekonomi New Generation Modifikasi di KA Sancaka Utara
Terapkan Rekayasa Lalu Lintas, KAI Hentikan Sementara 45 Rute Kereta Api Jarak Jauh di Stasiun Jatinegara hingga 2 September 2025
Babak Baru Aksi Warga Blokade Perlintasan Kereta Api, KAI Ambil Tindakan Hukum
Mensesneg: Usai Dihubingi Dasco, Presiden Langsung Tinjau Korban Dan Gelontorkan Anggaran 4 T Untuk Perbaikan Perlintasan Kereta Api