Petani Papua Antusias Sambut Cetak Sawah Rakyat demi Kemandirian Pangan

photo author
Ragil Firdaus, Senayan Post
- Senin, 15 Juni 2026 | 17:25 WIB
Ketua Kelompok Tani Rata Jaya, Markus. (Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)
Ketua Kelompok Tani Rata Jaya, Markus. (Press Release Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)

Baca Juga: Pemerintah Jelaskan Alasan Kenaikan Pertamax, Seskab Teddy: Sudah Ditahan Berbulan-bulan

Elias sendiri merupakan pemilik tanah adat di wilayah pelaksanaan program. Ia mengatakan kebutuhan pangan masyarakat Papua hingga saat ini belum selalu dapat terpenuhi secara optimal. Karena itu, pengembangan lahan sawah dinilai penting untuk memperkuat ketersediaan pangan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Elias berharap program tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan taraf hidup warga di tingkat akar rumput.

“Terima kasih untuk Bapak Presiden Prabowo yang begitu antusias untuk melihat masyarakat ekonomi akar rumput di bawah dan mereka punya hidup. Mudah-mudahan ke depan menjadi baik, menjadi perubahan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Teguh Apmin Kampung Swentab, Distrik Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura, Rizal Beno, menilai program Cetak Sawah Rakyat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Papua. Ia berpendapat program tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap pengembangan pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani di Papua.

Baca Juga: BEM UI Kirim Pesan ke Pemerintah Pascademo: Kami Akan Datang Lagi

Ia menjelaskan kelompok taninya memperoleh alokasi cetak sawah seluas 50 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 5 hektare telah mulai ditanami. Namun, menurut Rizal, masih diperlukan dukungan sarana dan prasarana untuk mendukung keberlanjutan usaha tani, terutama pada tahap panen.

Saat ini, kata dia, bantuan yang tersedia telah membantu petani dalam pengolahan lahan dan penanaman. Namun, fasilitas pascapanen seperti mesin panen belum tersedia sehingga diharapkan dapat dipenuhi pada tahap berikutnya.

“Yang sudah ada itu untuk pengolahan sawah. Sedangkan untuk panen hasil setelah kita tanam, itu belum ada. Seperti mesin panen, itu kita belum ada. Hanya kita punya mesin untuk olah tanah, terus kita tanam,” jelasnya.

Meski demikian, Rizal menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas dukungan yang diberikan kepada petani di Papua dan berharap program tersebut dapat terus berlanjut dengan dukungan fasilitas yang lebih lengkap.

Baca Juga: Jadwal Tayang dan Link Nonton Reborn Rookie Episode 6 Sub Indo

Pada kesempatan itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah akan terus memperkuat pembangunan pertanian di Papua melalui berbagai program strategis. Dalam dua tahun terakhir, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 triliun untuk mendukung pengembangan sektor pertanian di Tanah Papua.

Menurut Amran, pembangunan pertanian di Papua menjadi bagian dari upaya pemerintah mewujudkan kemandirian pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah timur Indonesia.

"Kita inginkan Papua, Kalimantan, Sumatera dan Jawa mandiri pangan dan mandiri energi ke depan, sehingga inflasi bisa terkontrol. Mulai padi, jagung, kopi, kakao, pala, sagu, ubi jalar, singkong, kita programkan semua untuk saudara-saudara kita di sana," ujar Amran.

Ia menjelaskan, pemerintah menargetkan pengembangan cetak sawah seluas 80 ribu hektare di Papua sepanjang 2025 hingga 2026. Program tersebut juga disertai dukungan mekanisasi pertanian melalui penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan) modern guna meningkatkan produktivitas petani.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ragil Firdaus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X