"Padahal pilihan anaknya SMA negeri dan SMK negeri. Tapi dari sistem malah diarahkan ke SMK swasta, tanpa ada pilihan lain," jelasnya.
Pada momen demonstrasi lainnya, terdapat massa mahasiswa yang mengeluhkan kenaikan harga BBM yang naik hingga pelemahan nilai tukar rupiah.
Ratusan mahasiswa yang berasal dari berbagai kampus di Bandung itu salah satunya menyoroti kenaikan harga Pertamax yang kini menjadi Rp16.250 per liter, sejak 10 Juni 2026.
Koordinator FMN Bandung Raya, Ainul Mardhiyah menuturkan, tuntutan utama yakni mendorong pemerintah untuk mereformasi industrialisasi nasional.
Ainul menilai hal itu sebagai jalan keluar atas berbagai ketimpangan harga yang terjadi di lapangan.
"Selain itu, mahasiswa mendesak penghentian program MBG yang dinilai bermasalah, serta menuntut pendidikan gratis," terangnya.
Atas berbagai tuntutan itu, para mahasiswa juga berencana kembali turun aksi pada Jumat, 12 Juni 2026 dengan eskalasi yang lebih besar, apabila aspirasi tidak kunjung mendapat tanggapan.***
Artikel Terkait
Ormas Laskar Benteng Indonesia Minta Kadisdik Jabar Diganti, Imbas Polemik SPMB 2026 di Jabar
5 Tuntutan Aksi Demo UI, Mulai dari Hentikan Program MBG hingga Minta Presiden Prabowo Akui Kesalahan
Aksi Demo BEM UI di Jakarta, KAI Tambah Pemberhentian Kereta Jarak Jauh di Stasiun Jatinegara
Aksi Demo Mahasiswa Tertahan di MH Thamrin, Polisi Tolak Orasi di Bundaran HI
Polisi Ungkap Alasan Larang Aksi Demo di Bundaran HI, Sebut Berisiko Lumpuhkan Lalu Lintas Jakarta
Viral Video Pria Berdiri di Rooftop saat Mahasiswa Demo di Bundaran HI: Udah Nemu 3 Orang