Ormas Laskar Benteng Indonesia Minta Kadisdik Jabar Diganti, Imbas Polemik SPMB 2026 di Jabar

photo author
Hanggi Martyas Laksono, Senayan Post
- Kamis, 11 Juni 2026 | 11:42 WIB
Ormas Laskar Benteng Indonesia (LBI) meminta Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi mencopot jabatan Kadisdik Jawa Barat buntut polemik SPMB 2026 (Dok. Promedia)
Ormas Laskar Benteng Indonesia (LBI) meminta Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi mencopot jabatan Kadisdik Jawa Barat buntut polemik SPMB 2026 (Dok. Promedia)

SENAYANPOST - Munculnya berbagai persoalan yang mewarnai pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, membuat Ormas Laskar Benteng Indonesia minta Kadisdik Jabar dicopot.

Sebelumnya, program yang dilaksanakan Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar itu telah memicu gelombang keluhan orang tua siswa terkait masalah verifikasi, gangguan sistem dalam Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) di lapangan.

Bahkan, sebagian orang tua peserta SPMB di Jabar itu mengaku kebingungan saat memahami saat mekanisme pendaftaran SPMB 2026 tersebut.

Buntut dari persoalan ini, terjadi aksi protes di Kantor Disdik Jabar, pada 9 Juni 2026.

Baca Juga: Selain Pendidikan Karakter di Barak TNI ala Dedi Mulyadi, Siswa di Jabar Dilarang Bawa HP ke Sekolah

Sejumlah massa aksi mengeluhkan sistem SPMB yang begitu alot, sehingga menimbulkan ketidakpahaman antara orang tua murid terkait sistem tersebut.

Menyikapi persoalan itu, Wasekjen Ormas Laskar Benteng Indonesia (LBI), Eri Kurnia Febri Fahrozi, S.E angkat bicara.

Eri mengungkapkan, sebagian orang tua siswa mengeluhkan ketidakjelasan Disdik Jabar menyikapi berbagai persoalan yang dialami para peserta SPMB 2026.

"Banyak orang tua murid hadir ke Disdik Jabar untuk konfirmasi hal tersebut akan tetapi di sana mereka malah menerima sikap yang tidak jelas dari pihak Disdik," kata Eri dalam keterangannya.

"Dan sampai gubernur pun turun tangan ke lokasi, alhasil ditemukan beberapa hal yang menurut gubernur ada kesalahan dalam pembuatan sistem," sambungnya.

Dalam penuturannya, Eri meminta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyani untuk mencopot Purwanto sebagai Kadisdik Jabar atas polemik yang terjadi dalam pelaksanaan SPMB 2026.

"Tidak mungkin hal tersebut tidak menjadi tanggung jawab seorang pimpinan di lingkungaan dinas terkait," tegas Eri.

Wasekjen Ormas LBI itu mempertanyakan, pembuatan sistem yang dibuat oleh Diskominfo masih memicu persoalan bagi para orang tua siswa.

Eri lantas menyoroti, pelaksanaan SPMB 2026 yang dikelola Disdik Jabar itu juga telah menggunakan anggaran negara.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi Martyas Laksono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X