Miris, Gegara Pemadaman Listrik Siswi SD di Sukabumi Menangis Lantaran Tak Bisa Selesaikan OSN

photo author
Hanggi Martyas Laksono, Senayan Post
- Kamis, 11 Juni 2026 | 10:44 WIB
Nadya Putrinda viral karena menangis karena gagal selesaikan OSN akibat pemadaman listrik PLN (Instagram/nanad.0814)
Nadya Putrinda viral karena menangis karena gagal selesaikan OSN akibat pemadaman listrik PLN (Instagram/nanad.0814)

SENAYANPOST - Pemadaman listrik yang dilakukan PLN membuat siswa SD di Sukabumi menangis, lantaran dirinya tak bisa menyelesaikan Olimpiade Sais Nasional (OSN) secara daring.

Alhasil video yang memperlihatkan Nadya Putrinda Paramitha, siswi SDN Gandasoli, Cireunghas, Sukabumi, Jawa Barat menangis viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @nanad.0814, disebutkan bahwa pemadaman listrik di tengah perlombaan OSN membuat perjuangannya harus terhenti.

“Gagal menyelesaikan OSN karena tiba-tiba ada pemadaman listrik di menit ke-32, sakit hati banget anak udah belajar berbulan-bulan, siang dan malam malah berakhir seperti ini,” tulisnya dalam keterangan unggahan.

Baca Juga: Ratusan Warga Kemayoran Mengungsi usai Kebakaran Hebat Akibat Korsleting Listrik

Menurut keterangan lain yang dibagikan di kolom komentar, saat itu pemadaman oleh PLN terjadi pada Senin, 8 Juni 2026 selama 4 jam yang membuat sinyal dari data seluler pun ikut terpengaruh.

“Enggak bisa ya, karena pemadamannya total lebih dari 4 jam. Alhasil jaringan internet ikut mati, bahkan sekadar kirim WhatsApp saja tidak bisa,” ujar ibu dari Nadya pada unggahan tersebut.

Lebih lanjut, menurut informasi yang diterima pihak Nadya, ada peserta sekolah lain yang turut terdampak dari pemadaman tersebut.

Mengenai langkahnya di OSN yang harus terhenti, diungkapkan bahwa pihak Nadya sudah mengikhlaskannya.

“Insya Allah sekarang Nanad udah ikhlas, udah ceria lagi, udah senyum lagi. Makasih banyak buat ucapan semangat dan doa-doa dari kakak-kakak, om, dan tante,” ungkapnya.

“Nanad bacain satu-satu dan itu bikin dia semangat lagi. Semoga doa baiknya berbalik ke kalian semua ya,” sambungnya.

Ia berharap apa yang dialami anaknya itu bisa menjadi pelajaran, untuk mengantisipasi hal-hal teknis.

“Jadikan postingan ini pelajaran buat kakak-kakak SMP dan SMA yang akan segera melaksanakan OSN juga, atau teman-teman yang nanti lolos ke tahap berikutnya, persiapkan alat tempur semaksimal mungkin,” terangnya.

“Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Semangat dan sehat-sehat semuanya,” imbuhnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Hanggi Martyas Laksono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X