Lebih lanjut Denny menjelaskan, pihaknya tengah menyiapkan program pelatihan ulang untuk membangun budaya keselamatan.
"Kami berharap edukasi dari pihak yang berkompeten bisa menjadi tolok ukur bagi driver untuk tidak mengulangi pelanggaran," ujar Denny.
Green SM menuturkan, pihaknya juga akan melibatkan jajaran lalu lintas dalam program pelatihan pengemudi, termasuk saat pengembangan jumlah armada.
Di samping itu, Denny menyatakan pihaknya siap bertanggung jawab usai taksinya diduga jadi salah satu penyebab insiden kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
"Kami juga sudah melakukan beberapa langkah, salah satunya menghubungi korban, terlepas dari proses investigasi yang berjalan," tandasnya.***
Artikel Terkait
Selain Kecelakaan di Bekasi Timur, Ini 5 Insiden yang Libatkan Taksi Listrik Green SM
Setelah Insiden di Bekasi, Taksi Green SM Diduga Tabrak Pemotor Jalan Kasablanka dan Sopir Ogah Turun Minta Maaf
Sausan Sarifah, Korban Selamat yang Sempat Terhimpit dalam KRL Bekasi Timur: Saya Pikir Saya Meninggal
Solidaritas Busui Viral di Medsos, Tawarkan Donor ASIP untuk Bayi Korban Kecelakaan KRL Stasiun Bekasi Timur
Pilu Suami Lepas Kepergian Istrinya yang Korban Tewas dalam Insiden KRL di Bekasi: Merasa Bersalah, Kenapa Dia Harus Kerja