Dalam utasnya, pemilik akun juga membagikan video singkat saat menunjukkan seseorang sembunyi di bawah peron.
Video tersebut juga akan ia gunakan sebagai bukti adanya dugaan pelecehan yang terjadi di stasiun.
"Saya sempat merekam sebagai bukti dan dari video itu terlihat jelas ada badan dan tangan seorang laki-laki di bawah peron. Sayangnya, saya tidak bisa langsung turun atau melapor di Stasiun Palmerah karena pintu kereta sudah keburu tertutup dan kereta langsung berjalan," paparnya.
Saat kejadian, ia juga mengungkapkan petugas keamanan tidak berada di sekitar lokasi sehingga menyulitkan saat akan melapor.
Baca Juga: Penumpang Masak Mie Instan Pakai Panci di Kereta, KAI Tegur Keras, Beberkan Akibatnya
"Yang lebih mengkhawatirkan, saat kejadian tidak ada petugas keamanan di peron maupun di dalam gerbong. Setelah sampai tujuan, saya langsung melapor ke petugas KAI Kebayoran dan laporan sudah ditindaklanjuti," tuturnya lagi.
Video yang diunggah juga menunjukkan detik-detik pelaku terciduk oleh pemilik akun dan saat bertemu dengan petugas untuk mengadukan masalah tersebut.
"Wah, lu tukang ngintipin celana cewek. Itu orangnya tuh," ujarnya dalam video.
Pengakuan Penumpang Lain, Alami Kejadian Serupa
Utas viral yang telah mendapatkan lebih dari 6 ribu likes itu juga menjadi tempat sejumlah warganet pengguna KRL mengungkapkan pernah mengalami kejadian serupa.
Baca Juga: Babak Baru Aksi Warga Blokade Perlintasan Kereta Api, KAI Ambil Tindakan Hukum
"Saya juga mengalami ini tanggal 29 April 2026 lalu tepat di pintu kedua paling depan (gerbong wanita). Pelaku melihat ke atas sambil memainkan alat kelaminnya," tulis akun Threads @putritriii.
"Tidak ada petugas di gerbong maupun di peron, jadi saya baru sempat lapor ke petugas di Stasiun Sudirman untuk dibantu sampaikan ke petugas Kebayoran. Tapi ternyata pelaku masih berkeliaran sampai kakak ini juga mengalami, jadi tolong lakukan pengecekan dan penjagaan ketat ya min. Terima kasih," tuturnya.
Pengakuan lainnya juga ditulis oleh pemilik akun Threads @arsip.nabell.
"Kak,aku juga pernah. Tapi aku pas pagi jam 7-an, aku ngeliat dia pas pintu mau tutup. Jujur aku nggak tau maksudnya di siitu dia ngapain, aku sempet eye contact sama pelaku dan dia (pelaku) dadah-dadah. Dia bisa masuk situ lewat dari kolong di seberangnya (Peron 3) yang nggak dipakai," terangnya.
Artikel Terkait
Dukung Program 3 Juta Rumah, PT KAI Bangun 5.484 Rusun TOD di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya
Babak Baru Aksi Warga Blokade Perlintasan Kereta Api, KAI Ambil Tindakan Hukum
Penumpang Masak Mie Instan Pakai Panci di Kereta, KAI Tegur Keras, Beberkan Akibatnya
Kemenhub Alihkan Pengelolaan Prasarana ke KAI guna Percepat Proyek Strategis DDT
Dirut KAI Bobby Rasyidin Blak-blakan Ungkap Alasan Penempatan Gerbong Perempuan di Ujung Rangkaian KRL