Kaukus Muda NU Dorong KH Ma’ruf Amin Jadi Penengah Konflik Besar PBNU

photo author
Mushab Muuqoddas, Senayan Post
- Senin, 24 November 2025 | 21:38 WIB

SENAYANPOST – Konflik internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kian memanas. Di tengah memuncaknya ketegangan antara jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah, Kaukus Muda NU mendorong tokoh senior Nahdlatul Ulama, KH Ma’ruf Amin, untuk turun tangan sebagai penengah dan pemersatu.

Ketua Kaukus Muda NU, Rikal Dikri, menilai sosok KH Ma’ruf Amin memiliki kapasitas keilmuan dan wibawa moral yang dibutuhkan untuk meredam eskalasi konflik. Menurutnya, KH Ma’ruf adalah figur unik yang memiliki legitimasi kuat di dua ranah sekaligus: struktural dan kultural.

“Beliau bukan hanya tokoh sepuh. Beliau memiliki kapasitas sebagai mujtahid dan mujaddid, seorang pembaharu yang memahami tradisi NU sekaligus perubahan zaman,” ujar Rikal dalam pernyataan resminya kepada Senayan Post pada Senin 24 November 2025.

Rikal menyebut konflik yang terjadi saat ini sudah memasuki fase kritis dan berpotensi memperlebar jarak antar-elite PBNU. Ia memperingatkan bahwa tanpa kehadiran tokoh penyeimbang, perbedaan pandangan dapat berkembang menjadi perpecahan struktural.

“Kita melihat ketegangan sudah saling mengunci. NU membutuhkan figur yang diterima semua faksi. KH Ma’ruf Amin memiliki kemampuan untuk menjadi jembatan, bukan hanya penengah,” katanya.

Menurut Kaukus Muda NU, KH Ma’ruf Amin memiliki rekam jejak panjang dalam menyelesaikan konflik internal organisasi. Sebagai mantan Rais Aam, Ketua MUI, hingga tokoh bahtsul masail, KH Ma’ruf dinilai paham betul mekanisme organisasi sekaligus dinamika politik yang mengiringi PBNU.

“Beliau menguasai fiqih, memahami maqashid syariah, dan punya pengalaman memimpin lembaga keagamaan terbesar. Figur seperti ini sangat dibutuhkan untuk mengembalikan kesejukan di PBNU,” ujarnya.

Rikal menegaskan bahwa dorongan ini bukan bentuk keberpihakan kepada salah satu kubu, melainkan upaya penyelamatan organisasi agar tetap berjalan sesuai AD/ART dan tidak terseret konflik berkepanjangan.

“Kiai Ma’ruf tidak kami dorong untuk mengambil alih atau mengintervensi. Beliau kami harapkan menjadi penyeimbang—tokoh yang mengajak semua pihak kembali ke meja musyawarah,” tambahnya.

Kaukus Muda NU berharap KH Ma’ruf Amin dapat memainkan peran moral untuk meredakan tensi, memberikan arahan, dan memastikan konflik tidak berkembang menjadi dualisme di tubuh PBNU.

“NU adalah rumah bersama. Ketika rumah ini goyah, kita butuh kiai sepuh yang disegani. KH Ma’ruf Amin adalah sosok paling siap menjadi penenang badai,” pungkas Rikal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mushab Muuqoddas

Tags

Rekomendasi

Terkini

X