internasional

Profil Mojtaba Khamenei, Salah Satu Calon Kuat Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru

Kamis, 5 Maret 2026 | 05:23 WIB
Berikut profil Mojtaba Khamenei, putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei yang jadi salah satu calon kuat Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. (X.com)

Koridor kekuasaan

Khamenei umumnya mempertahankan profil yang relatif rendah di Iran, terus bekerja sebagai guru di Qom dan menghindari jabatan publik.

Namun, di balik layar, ia dilaporkan memiliki pengaruh yang jauh lebih besar.

Baca Juga: Viral Pidato Terakhir Ali Khamenei Sebelum Gugur di Teheran, AS Selama 46 Tahun Lalu Tak Mampu Lenyapkan Iran

Pada dekade pertama abad ke-21, ia menjadi sekutu Presiden Mahmoud Ahmadinejad dan dituduh membantu merancang kecurangan pemilu 2009 dan penindakan terhadap para demonstran yang terjadi setelahnya.

Bahkan pada saat itu, ia sangat kontroversial di kalangan politik Iran, dengan seorang politisi mengatakan kepada Guardian pada tahun 2009 bahwa pengaruh rahasianya yang diduga itu membuat tokoh-tokoh senior frustrasi.

"Mojtaba adalah komandan kudeta ini. Basiji beroperasi atas perintah Mojtaba, tetapi namanya selalu disembunyikan dalam semua ini. Pemerintah tidak pernah menyebut namanya," kata politisi Iran itu sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari Middle East Eye.

Ia merujuk pada cabang IRGC yang berfokus pada keamanan internal.

"Semua orang marah tentang ini. Para maraji (ayatollah senior Iran) dan para ulama marah, kaum konservatif sangat marah dan sangat kritis terhadap Mojtaba. Situasi ini tidak dapat berlanjut dengan begitu banyak orang di puncak kekuasaan yang menentangnya," lanjutnya.

Baca Juga: Konflik AS dan Iran Memanas, Rizal Mallarangeng: Rusia dan Tiongkok Tak Akan Turun Tangan Militer

Terdapat juga kontroversi mengenai kekayaan Khamenei.

Menurut investigasi Bloomberg, Khamenei memiliki rumah-rumah mewah di Inggris senilai lebih dari 138 juta dolar AS melalui perusahaan cangkang, termasuk 11 properti di The Bishops Avenue, sebuah jalan di London utara yang dijuluki Billionaire's Row.

Ia juga dilaporkan memiliki investasi di Teheran, Dubai, dan Frankfurt.

Pilihan yang kontroversial

Terpilihnya Khamenei sebagai pemimpin tertinggi kemungkinan akan menimbulkan kontroversi di Iran karena sejumlah alasan.

Halaman:

Tags

Terkini