Pada bulan Januari, Gedung Putih mengatakan sedang mempertimbangkan dengan serius penggunaan kekuatan terhadap Iran.
Washington pada saat itu menyatakan harapan bahwa Teheran akan kembali ke meja perundingan dan menyetujui kesepakatan yang 'adil dan merata' yang menyiratkan penolakan total terhadap senjata nuklir.
Otoritas Iran telah berulang kali menyatakan bahwa mereka tidak berniat mengembangkan bom nuklir.
Baca Juga: Di Tengah Pidato Kenegaraan, Presiden AS Donald Trump Kembali Ultimatum Iran
Pentagon telah mengumpulkan kekuatan militer yang substansial, termasuk dua kelompok serang kapal induk, di Timur Tengah.
Pada 19 Februari, pemerintahan AS mengumumkan bahwa mereka telah memberi Iran waktu maksimal 15 hari, terhitung sejak tanggal tersebut, untuk mencapai kesepakatan.
Putaran ketiga negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran diadakan di Jenewa pada hari Kamis, dengan mediasi dari Oman.
Delegasi Iran dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, sedangkan pihak AS dipimpin oleh Utusan Khusus Steve Witkoff dan pengusaha Jared Kushner.
Menurut Araghchi, kedua pihak telah mencapai kemajuan tertentu dan memulai diskusi substansial tentang elemen-elemen perjanjian di masa mendatang.
Tim teknis AS dan Iran akan memulai konsultasi di markas besar Organisasi Energi Atom Internasional di Wina pada 2 Maret.***