"Dan mereka menyandera 251 wanita, pria, dan anak-anak ke ruang bawah tanah Gaza," tambahnya.
Begitu juga dengan klaim bahwa pejuang Palestina telah memperkosa warga sipil Israel. Laporan tersebut sudah dibantah oleh UN Women.
Baca Juga: Dua Tank Merkava Israel Jadi Korban Jebakan Maut Hizbullah di Lebanon
Dalam pernyataannya, Netanyahu menegaskan bahwa Yahya Sinwar telah dibunuh di Rafah, Jalur Gaza bagian selatan.
"Hari ini, dalang hari kejahatan ini sudah tidak ada lagi. Yahya Sinwar telah meninggal. Dia dibunuh di Rafah oleh tentara pemberani dari Pasukan Pertahanan Israel," ungkapnya.
Meskipun demikian, Netanyahu berambisi untuk melanjutkan perang dan menyelamatkan para sandera.
"Meskipun ini bukan akhir dari perang di Gaza, ini adalah awal dari akhir," jelasnya.***