Baca Juga: Spoiler One Piece 1118: Bagian Terakhir Pesan Dr Vegapunk, Luffy Berhasil Kabur dari Pulau Egghead?
Mereka mencatat bahwa rudal merah yang digambarkan di sebelah kartu identifikasi Pelabuhan Haifa menunjukkan bahwa Hizbullah memperlakukan lokasi ini dengan tingkat keseriusan yang tinggi dalam hal potensi penargetan.
Menurut para ahli, video ini hanyalah episode pertama dalam rangkaian yang akan datang, dengan episode-episode berikutnya menunjukkan seberapa jauh pesawat pengintai Perlawanan telah mencapai wilayah udara Palestina yang diduduki.
Di tempat lain, sumber-sumber tersebut mengatakan kepada Al Mayadeen bahwa waktu perilisan video tersebut tidak diragukan lagi terkait dengan kunjungan utusan AS Amos Hochstein ke Lebanon dalam sebuah misi 'yang bersifat Israel' meskipun itu tampak sebagai bagian dari upaya mediasi.
Sebelumnya, Hochstein menyerukan agar ketegangan di perbatasan utara antara Lebanon dan Israel segera diredakan.
Baca Juga: Kisah Historis Islam, Bersikap Adil Kepada Imam Al-Suyuthi
Video Hizbullah Ungkap Lusinan Target Penting
Mayor Jenderal Wasif Arikat menggambarkan apa yang diungkap Hizbullah dalam video terbaru sebagai 'bank target paling berharga'.
Ia memberi tahu Al Mayadeen bahwa pesan di balik video tersebut telah diterima, seraya menambahkan bahwa apa yang terjadi sekarang bukanlah perang lapangan, melainkan perang kesadaran yang membuktikan bahwa tentara pendudukan Israel, yang pernah digambarkan sebagai 'tentara tak terkalahkan', telah dikalahkan dan mundur.
Sementara itu, Brigadir Jenderal Mohammad Abbass mengatakan bahwa pesawat nirawak Hizbullah melampaui semua sistem pertahanan udara dan kembali tanpa terdeteksi oleh sistem Israel.
Baca Juga: Imigrasi Arab Saudi Siapkan Proses Pemulangan Jamaah Haji
Ia menekankan kepada Al Mayadeen bahwa video tersebut mengungkap lusinan target 'super vital', yang menunjukkan bahwa Perlawanan Islam di Lebanon memiliki kemampuan yang sangat canggih.
Brigadir Jenderal Abbass lebih lanjut menjelaskan bahwa nama 'Hud-hud', yang merupakan jenis burung, mencerminkan jarak jauh yang ditempuh pesawat nirawak Hizbullah di tanah Palestina yang diduduki sebelum kembali dengan pemandangan yang sangat berharga.
Media Israel menggambarkan apa yang didokumentasikan oleh drone Hizbullah sebagai 'mengganggu' dan 'sangat berbahaya'.***