Pejabat senior tersebut menekankan bahwa pengiriman senjata yang sedang ditinjau diambil dari dana yang dialokasikan beberapa tahun lalu dan bukan bagian dari bantuan yang disetujui Kongres untuk Israel bulan lalu.
"Kami berkomitmen untuk memastikan Israel mendapatkan setiap dolar yang dialokasikan sebagai tambahan," pejabat senior pemerintah menekankan, seraya mencatat bahwa AS baru saja menyetujui persenjataan dan peralatan senilai 827 juta dolar AS untuk Israel atau setara Rp13,2 triliun.***