"Kenapa orang pada percaya? Karena dia self-confidence, dia memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Kenapa dia memiliki rasa percaya diri yang tinggi? Jawabnya adalah karena dia memiliki views yang tinggi, kan sekarang algoritma dia bisa kuasai, algoritma dia bisa mainkan views-nya tinggi, lalu kemudian banyak orang yang share. Dan dia pikir, dia benar, lalu setelah itu juga dia diundang oleh televisi," terangnya.
Lebih lanjut, Rhenald menjelaskan bahwa Dunning dan Kruger pernah menerangkan fenomena ini.
"Nah, Dunning dan Kruger ini pernah menjelaskan fenomena ini, yaitu ketika orang yang memiliki pengetahuan yang cukup. Latar belakang pendidikan yang baik itu realistis maka mereka tidak akan sembarangan berbicara. Tidak berani tuh ngomong "Gua tau nih siapa yang ngebocorin, gua tau nih siapa yang bayar". Dia yakin aja begitu, kalau orang yang tidak berpengetahuan," bebernya.
Rhenald menggarisbawahi bahwa orang yang berpengetahuan atau kompeten, akan bicara hati-hati jika menyampaikan sesuatu.
Baca Juga: 3 Cara Hilangkan Kerak Toilet, Langsung Kinclong!
"Kalau orang yang berpengetahuan ngomongnya hati-hati, kenapa? Karena dia tahu yang namanya ilmu, yang namanya alam semesta, yang namanya kebijakan ekonomi itu kompleks, tidak mudah dijelaskan begitu saja," ujarnya.
"Tapi bagi mereka yang kurang berilmu, kurang memiliki skill, mereka mempunyai rasa percaya diri yang tinggi karena followers-nya banyak," tambahnya.
Selain membahas tentang efek Dunning Kruger, Rhenald juga mengamati ada fenomena lain di media sosial, yaitu confirmation bias.
"Kenapa followers-nya banyak? Karena di antara para followers itu ada yang mengalami apa yang disebut sebagai confirmation bias. Ini adalah standar atau kejadian di mana orang ingin mendapatkan pembenaran dari apa yang dilakukan tidak menyenangkan," jelasnya.
"Ada hal yang tidak menyenangkan, maka di hadapan bosnya dia perlu konfirmasi. Lalu kemudian ketika dia membaca nih dari content creator ini dia melihat "Eh ini benar sekali". Jadi ini memperkuat orang itu," terangnya.
Oleh karena itu, masyarakat perlu untuk memilah informasi yang bersumber dari content creator yang berbeda dengan media mainstream.
"Jadi orang yang tidak mempunyai ilmu tapi dia memiliki percaya diri yang lebih kuat, confidence over competence. Jadi rasa percaya dirinya melebihi kompetensinya," tutupnya.***
Artikel Terkait
7 Cara Hilangkan Bau Daging Kambing, No Prengus untuk Hidangan Idul Adha
Resep MPASI Bubur Sapi Wortel, Pakai Daging Kurban Bisa Banget!
Resep MPASI Nasi Tim Daging Sapi Kentang, Olahan Daging Kurban untuk si Kecil
Resep MPASI Nasi Daging Sapi Brokoli, Olahan Lezat Anak Suka!
Resep Finger Food untuk MPASI, Bola-bola Daging Sapi, Menarik dan Lezat