Ia menjelaskan bahwa media sosial saat ini bekerja dengan logika perhatian (attention economy), di mana konten yang paling sederhana, unik, dan mudah diulang justru memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau audiens yang luas.
Cerminan Budaya Digital Baru
Lebih jauh, Rhenald menegaskan bahwa fenomena viral seperti lagu "Mas Bahlil Ganteng" sesungguhnya menunjukkan bagaimana budaya digital mulai membentuk pola pikir masyarakat.
Baca Juga: Kabar Baik, Bahlil Lahadalia Sebut Indonesia Akan Dapat Pasokan Minyak Mentah dari Rusia
Menurutnya, viralitas bukan lagi semata soal kualitas karya, melainkan tentang bagaimana sebuah pesan dapat menempel dalam ingatan dan memicu percakapan publik.
"Ini bukan sekadar soal lagu. Ini tentang bagaimana budaya baru sedang membentuk cara kita berpikir, mengingat, dan berbicara," kata Rhenald.
Fenomena tersebut, lanjutnya, menjadi gambaran bagaimana algoritma media sosial dan budaya internet kini memainkan peran besar dalam menentukan apa yang diperhatikan, dibicarakan, dan diingat oleh masyarakat.***
Artikel Terkait
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Depan Presiden Prabowo: Listrik Aceh 93 Persen Pulih Mulai Minggu Malam
224 Desa di Aceh Belum Teraliri Listrik, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Kirim 1000 Unit Genset
Kabar Baik, Bahlil Lahadalia Sebut Indonesia Akan Dapat Pasokan Minyak Mentah dari Rusia
Tindaklanjuti Perintah Prabowo Eksekusi Izin Usaha Tambang Nakal, Bahlil: Insya Allah Hasil Baik
Tindak Lanjuti Arahan Prabowo, Bahlil Siap Eksekusi Ratusan Izin Tambang Bermasalah di Kawasan Hutan