SENAYAN POST - OpenAI akhirnya mengumumkan ChatGPT 4, model bahasa Artificial Intelligence (AI) terbaru setelah berbulan-bulan adanya rumor dan spekulasi.
Perusahaan OpenAI mengklaim bahwa ChatGPT 4 'lebih kreatif dan kolaboratif daripada sebelumnya'.
Tidak hanya itu, OpenAI juga menerangkan bahwa ChatGPT 4 lebih 'dapat memecahkan masalah yang sulit dengan akurasi yang lebih tinggi'.
Sebagaimana dilansir SenayanPost.com dari The Verge, versi terbaru itu juga dapat mengurai input teks dan gambar meskipun hanya dapat merespons melalui teks.
OpenAI juga memperingatkan bahwa sistem mempertahankan banyak masalah yang sama seperti model bahasa sebelumnya.
Termasuk kecenderungan untuk mengarang informasi (atau 'berhalusinasi') dan kapasitas untuk menghasilkan teks yang kasar dan berbahaya.
OpenAI mengatakan sudah bermitra dengan sejumlah perusahaan untuk mengintegrasikan GPT 4 ke dalam produk mereka, termasuk Duolingo, Stripe, dan Khan Academy.
Model baru ini tersedia untuk masyarakat umum melalui ChatGPT Plus, langganan ChatGPT bulanan OpenAI senilai 20 dollar atau sekitar Rp300 ribu, dan mendukung chatbot Bing Microsoft.
Itu juga akan dapat diakses sebagai API untuk dibangun oleh pengembang.
Dalam sebuah posting blog penelitian, OpenAI mengatakan perbedaan antara GPT 4 dan pendahulunya GPT-3.5 adalah lebih 'halus' dalam percakapan biasa.
CEO OpenAI, Sam Altman mencuit di Twitter bahwa GPT 4 'masih cacat, masih terbatas' tetapi juga 'tampaknya masih lebih mengesankan pada penggunaan pertama daripada setelah Anda menghabiskan lebih banyak waktu dengannya'.