SENAYANPOST - Presiden Prabowo dikabarkan akan merevisi kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri alias TKDN untuk kendaraan bermotor di Indonesia, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) berharap, revisi kebijakan tersebut mampu memberikan dampak positif terhadap industri otomotif nasional.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan, keinginannya untuk merevisi kebijakan TKDN agar lebih fleksibel dan menarik bagi investor asing.
Ia menilai beberapa aturan TKDN saat ini terlalu kaku dan bisa menghambat investasi, khususnya dalam pengembangan kendaraan listrik dan teknologi otomotif masa depan.
Salah satu tujuan utama program TKDN, adalah memberdayakan industri dalam negeri agar lebih kuat dan kompetitif.
Baca Juga: Presiden Prabowo Ungkap Qatar akan Investasi dengan Danantara Sekitar Rp 33 T
Sehingga, pemerintah telah menetapkan batas minimal TKDN yang harus dipenuhi oleh suatu produk.
Saat ini, batas minimal TKDN ditetapkan sebesar 25 persen, dengan syarat Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) minimal 40 persen.
Aturan ini berlaku untuk pengadaan barang dan jasa oleh instansi pemerintah seperti kementerian, lembaga negara, pemerintah daerah, BUMN, hingga BUMD, terutama bila sumber pembiayaannya berasal dari APBN, APBD, atau pinjaman dan hibah.
Penerapan TKDN membawa banyak manfaat. Selain membantu mengurangi ketergantungan pada impor, kebijakan ini juga menyerap lebih banyak tenaga kerja, menghemat devisa negara, dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Baca Juga: Presiden Prabowo Siap Hadapi Dampak Tarif Trump: Indonesia Bisa Hadapi dan Kendalikan
Penggunaan produk dalam negeri bukan hanya soal kepentingan ekonomi, tapi juga soal membangun kebanggaan terhadap karya anak bangsa.
Namun, seperti yang disampaikan Presiden Prabowo, penguatan komponen dalam negeri bukan semata soal angka atau regulasi.
Ini menyangkut kesiapan sektor pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, hingga kompetensi sumber daya manusia.
Karena itu, kebijakan TKDN idealnya tidak hanya mendorong industri untuk memenuhi target angka tertentu, tapi juga menciptakan ruang bagi ekosistem industri lokal agar tumbuh dan mampu bersaing secara global.