nasional

Di Balik Aksi Demo Ihwal PCMB Jabar hingga BBM Naik, Ada Aksi Ibu-Ibu Goreng Cireng Dadakan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:33 WIB
Menyoroti aksi demonstrasi mahasiswa hingga ibu-ibu di Gedung DPRD Jabar terkait kerumitan sistem PCMB 2026 hingga kenaikan BBM (Instagram.com/@heybandoeng)

SENAYANPOST - Aksi demo yang diikuti ibu-ibu hingga massa mahasiswa di Gedung DPRD Jawa Barat (Jabar), pada Kamis, 11 Juni 2026 jadi sorotan publik.

Dalam unggahan Instagram @heybandoeng, pada Jumat, 12 Juni 2026, dilaporkan aksi demonstrasi yang diikuti oleh massa mahasiswa hingga ibu-ibu ini berlangsung damai.

"BBM naik, rupiah melemah, program MBG disorot. Aksi berlangsung damai," tulis postingan tersebut.

Berdasarkan laporan di lapangan, demonstrasi yang berlangsung di Gedung DPRD Jabar itu diwarnai aksi unik.

Baca Juga: Ormas Laskar Benteng Indonesia Minta Kadisdik Jabar Diganti, Imbas Polemik SPMB 2026 di Jabar

Salah satunya, kehadiran ibu-ibu yang turun aksi dengan mempersiapkan peralatan dapur mereka untuk memasak di tengah aksi.

Bukan tanpa alasan, emak-emak di Bandung itu bermaksud untuk menyinggung rumitnya sistem pendaftaran dalam Penerimaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026 di Jabar.

Dalam video yang beredar, tampak seorang ibu, Neni Suhaeni mengaku sengaja memasak cireng hingga menyeduh kopi untuk peserta aksi.

Hal itu dinilai sebagai simbol protes terhadap sistem penerimaan siswa yang dinilai tidak adil bagi keluarga kurang mampu.

"Ini kan kita lagi memperjuangkan hak anak orang miskin, anak-anak yang juga mau sekolah masuk sekolah negeri," tegas Neni.

Menurut Neni, aksi memasak itu bukan sekadar untuk mengisi perut, melainkan simbol perlawanan para emak-emak yang seharusnya berada di rumah mengurus rumah tangga.

"Ya salah satu bentuk protes, kita harusnya memasak di rumah, kita dibawa ke sini," ungkapnya.

"Kita ibu-ibu, jangan sampai gitu lah direpotkan untuk seperti ini. Kita inginnya kita memasak untuk anak-anak di rumah," imbuh Neni.

Ihwal polemik yang mengiringi sistem PCMB 2026 di Jabar, Neni mengaku banyak orangtua kebingungan karena anak mereka ingin masuk SMA negeri, tetapi sistem justru mengarahkan ke sekolah swasta.

Halaman:

Tags

Terkini