Lebih lanjut Denny menjelaskan, pihaknya tengah menyiapkan program pelatihan ulang untuk membangun budaya keselamatan.
"Kami berharap edukasi dari pihak yang berkompeten bisa menjadi tolok ukur bagi driver untuk tidak mengulangi pelanggaran," ujar Denny.
Green SM menuturkan, pihaknya juga akan melibatkan jajaran lalu lintas dalam program pelatihan pengemudi, termasuk saat pengembangan jumlah armada.
Di samping itu, Denny menyatakan pihaknya siap bertanggung jawab usai taksinya diduga jadi salah satu penyebab insiden kecelakaan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
"Kami juga sudah melakukan beberapa langkah, salah satunya menghubungi korban, terlepas dari proses investigasi yang berjalan," tandasnya.***