SENAYANPOST - Tragedi tabrakan KA Argo Bromo dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026, menyisakan trauma mendalam bagi para korban.
Data terbaru mencatat, 16 orang meninggal dunia, dan 91 lainnya luka-luka masih menjalani perawatan usai kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur itu.
Kini, salah satu kesaksian datang dari Sausan Sarifah (29), korban selamat yang sempat terjepit pada KRL dalam insiden tersebut.
Sausan menuturkan kondisi kala itu yang semula normal, namun berubah menjadi kepanikan dalam hitungan detik, tanpa banyak waktu untuk bereaksi.
"Saya pikir saya meninggal," kata Sausan dalam unggahan Instagram @cretivox, pada Kamis, 30 April 2026.
Sausan bercerita, dirinya sempat terjebak di tengah himpitan penumpang dengan napas yang terbatas, bahkan mengira tak akan selamat.
"Tiba-tiba suara kereta lokomotif itu kenceng banget, langsung (menabrak)," tuturnya.
Korban menyebut, tidak ada waktu untuk menyelamatkan diri saat insiden terjadi di Stasiun Bekasi Timur tersebut.
"Jadi kita nggak ada waktu untuk selamatkan diri, buat keluar (dari kereta)," kenangnya.
Saat benturan dahsyat terjadi, Sausan menggambarkan kondisi kereta yang ditumpanginya berguncang bagai gempa.
Nahas, saat itu pula Sausan terjepit, dan tertimpa barang maupun korban-korban lain di sekitarnya.
Sausan mengaku hanya bisa berdoa. Berharap evakuasi cepat datang, tapi waktu terasa berhenti.
"Apalagi kalau misalkan evakuasinya lama, karena di situ sudah ketiban-tiban, jadi kayak pasti akan kehabisan napas, gitu saya pikir," ungkapnya.