nasional

Tabrakan KA Argo Bromo vs KRL di Stasiun Bekasi Timur: 5 Korban Meninggal Dunia, 79 Penumpang Luka

Selasa, 28 April 2026 | 08:14 WIB
Kecelakaan KA Argo Bromo vs KRL di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin, 27 April 2026. (Instagram.com/@undercover.id)

SENAYANPOST - Insiden kecelakaan antara Kereta Rel Listrik (KRL) Cummuter Line, dengan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur jadi perhatian publik.

Insiden tabrakan yang terjadi pada Senin, 27 April 2026 malam itu menyebabkan sebanyak 5 korban meninggal dunia.

Hal tersebut disampaikan Dirut KAI, Bobby Rasyidin usai para petugas memeriksa kondisi kereta KRL Commuter Line yang hancur akibat tertabrak KA Argo Bromo.

"Update dari (jumlah) korban pada saat ini meninggal dunia, 5 (orang)," kata Bobby di Stasiun Bekasi Timur, pada Selasa, 28 April 2026.

Baca Juga: Penumpang Masak Mie Instan Pakai Panci di Kereta, KAI Tegur Keras, Beberkan Akibatnya

Selain itu, Bobby mengungkapkan adanya korban yang masih dievakuasi lantaran terhimpit di dalam kereta yang ditumpanginya.

"Kemudian yang masih terperangkap itu sekitar 3 (orang)," ungkapnya.

Hingga Selasa, 28 April 2026, pukul 08.00 WIB, petugas masih berupaya mengevakuasi para korban terjebak di bagian belakang kereta KRL yang rusak parah akibat hantaman KA Argo Bromo.

Kejadian ini diduga bermula, saat KRL dengan rute Jakarta-Cikarang terhenti sekitar pukul 20.40 WIB.

Hal tersebut, lantaran adanya KRL lain dengan rute Cikarang-Bekasi yang dilaporkan menabrak 1 unit mobil taksi.

Posisi mobil itu melintang di tengah perlintasan rel, sehingga KRL tersebut sempat tidak bisa melaju.

Saat KRL Jakarta-Cikarang itu berhenti, KA Argo Bromo dengan rute Gambir-Surabaya menabrak dari bagian belakang.

Hantaman keras pada bagian belakang kereta KRL pun tak terhindarkan, hingga sejumlah penumpang di dalam KRL menjadi korban.

PT KAI menyatakan, sebanyak 79 penumpang KRL kini telah dibawa ke sembilan rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Halaman:

Tags

Terkini