Menurutnya, narasi yang berkembang saat ini terlalu fokus pada isu anti-penjajahan, sementara dimensi ekonomi justru terpinggirkan.
"Ada sesuatu yang hilang. Bandung Spirit juga berbicara tentang ekonomi, bukan hanya soal penjajahan," tegasnya.
Pandangan tersebut menjadi pengingat bahwa warisan Bandung tidak hanya relevan secara historis, tetapi juga menawarkan kerangka berpikir bagi negara-negara Global South dalam menghadapi ketimpangan global saat ini.***