nasional

Vijay Prashad: 'Bandung Spirit' Bukan Sekadar Anti-Kolonialisme, Tapi Kemandirian Ekonomi

Senin, 20 April 2026 | 09:05 WIB
Sejarawan Vijay Prashad membahas kembali apa yang hilang dari Bandung Spirit dari Konferensi Asia Afrika 1955. (Dok. SenayanPost.com)

SENAYANPOST - Sejarawan dan intelektual Global South, Vijay Prashad, menegaskan bahwa semangat Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 tidak hanya berbicara soal perlawanan terhadap kolonialisme, tetapi juga tentang kemandirian ekonomi negara-negara berkembang.

Dalam diskusi yang digelar di Gedung Merdeka, Bandung, Prashad mengajak publik melihat kembali makna 'Bandung Spirit' yang dinilainya mulai tereduksi dalam peringatan-peringatan formal.

Ia menggambarkan para pemimpin dunia pada 1955 sebagai generasi yang memiliki keberanian politik dan visi sejarah yang kuat.

"Mereka tidak meminta-minta kepada siapa pun. Mereka ingin membuat sejarah," ujar Prashad.

Baca Juga: Momen Peringatan KAA ke-70, Megawati Ingatkan Perjuangan Mendiang Bung Karno soal Kemanusiaan dan Kebebasan dari Penjajahan

Menurutnya, pernyataan Presiden pertama RI Soekarno yang menyebut Bandung sebagai 'ibu kota Asia-Afrika' bukan sekadar retorika, melainkan simbol dari upaya membangun solidaritas global di luar dominasi Barat.

"Mereka berkumpul untuk membangun persatuan yang mendasar," katanya.

Prashad juga menyoroti bagaimana negara-negara Barat, sebagai kekuatan kolonial, selama berabad-abad telah mengambil kekayaan dari Asia dan Afrika untuk kepentingan mereka sendiri.

"Bangsa-bangsa Barat mengambil kekayaan kita dan membawanya ke negeri mereka," ujarnya.

Dalam konteks itu, para pemimpin Asia-Afrika saat itu, lanjut Prashad, memiliki kesadaran bahwa kemerdekaan politik harus diikuti dengan kemandirian ekonomi.

Baca Juga: Pastikan Stok Beras 7.000 Ton Aman, Prabowo Tinjau Langsung Gudang Bulog Danurejo

"Mereka berpikir: kita harus menggunakan sumber daya kita sendiri untuk membangun negeri kita. Mengapa kita harus bergantung pada Barat?" katanya.

Namun, Prashad menilai ada aspek penting dari 'Bandung Spirit' yang kini mulai terlupakan, terutama dalam peringatan 71 tahun KAA.

Halaman:

Tags

Terkini