nasional

Kemlu Desak Kemhan Hati-hati soal Usulan Izin Terbang Militer AS ke Indonesia

Selasa, 14 April 2026 | 17:00 WIB
Kemlu RI memperingatkan Kemhan soal izin terbang militer AS yang saat ini hangat diperbincangkan netizen Indonesia. (Navy Petty Officer 1st Class Eric Brann)

China mengklaim kedaulatan atas hampir seluruh Laut China Selatan, jalur air yang mengangkut lebih dari 3 triliun dolar AS perdagangan tahunan, meskipun ada klaim yang tumpang tindih dari Filipina, Brunei, Malaysia, dan Vietnam.

Risiko

Surat dari Kemlu RI mengatakan bahwa proposal AS harus ditanggapi dengan hati-hati karena akan memungkinkan Washington untuk memaksimalkan pengawasan dan pengintaian menggunakan perairan dan wilayah Indonesia, dan dapat memengaruhi hubungan dengan mitra strategis lainnya di kawasan tersebut, termasuk Tiongkok.

Baca Juga: Oknum Karyawan SPPG di Cianjur Diduga Aniaya Konten Kreator yang Sempat Masuk ke Dapur

Surat itu mengatakan bahwa kesepakatan dengan AS akan memberikan 'kesan bahwa Indonesia terlibat dalam aliansi dengan implikasi peningkatan risiko keamanan nasional karena menempatkan Indonesia sebagai target potensial dalam situasi konflik regional'.

Surat itu mencatat bahwa sejumlah pesawat militer AS telah melakukan operasi pengawasan di Laut China Selatan sebanyak 18 kali antara Januari 2024 hingga April 2025, yang merupakan pelanggaran terhadap perairan dan wilayah udara teritorial Indonesia.

Protes Indonesia terkait operasi ini tidak pernah mendapat tanggapan yang layak dari AS, tambahnya.

Juru bicara kementerian luar negeri dan pertahanan Indonesia, serta Pentagon tidak segera menanggapi permintaan komentar mengenai keberatan yang diajukan oleh kementerian luar negeri Indonesia.

Baca Juga: Teuku Rassya Nikah, Tamara Bleszynski Jadi Tamu Undangan, Tak Dampingi Anak di Pelaminan

Indonesia memiliki kebijakan luar negeri non-blok dan Presiden Prabowo Subianto telah berjanji untuk berteman dengan semua negara.

Indonesia adalah anggota kunci dari inisiatif Dewan Perdamaian Presiden Donald Trump, dan telah berkomitmen untuk mengirimkan kontingen pasukan terbesar untuk pasukan stabilisasi yang diusulkan badan tersebut di Gaza.

Ia juga tetap dekat dengan Beijing. Kunjungan luar negeri pertamanya sebagai presiden pada tahun 2024 adalah ke Beijing dan ia menghadiri parade militer yang diselenggarakan oleh Presiden Xi Jinping akhir tahun lalu, difoto bersama musuh AS, Presiden Rusia Vladimir Putin dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Amerika Serikat dan Australia bergabung dengan Filipina untuk latihan maritim gabungan kedua mereka di Laut China Selatan tahun ini, di tengah ketegangan dengan China di jalur perairan yang disengketakan tersebut.***

Halaman:

Tags

Terkini