SENAYANPOST - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Dr Mohamed Boroujerdi pada Minggu 12 April 2026 menghadiri peringatan 40 hari gugurnya Pemimpin Spiritual Tertinggi Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei di Islamic Culture Center (ICC) kawasan Pejaten Barat Jakarta Selatan.
Dalam sambutannya mewakili Pemerintah Republik Islam Iran, Dubes Mohamed Boroujerdi mengungkapkan bahwa yang dilawan oleh Iran bukahlah Umat Yahudi akan tetapi Amerika Serikat dan Israel yang dipengaruhi oleh zionisme.
"Zionisme bukan Yahudi. Harus dibedakan. Yahudi adalah agama dan zionisme adalah ideologi yang dibangun atas nama agama. Mereka merasa hanya mereka yg diciptakan sebagai manusia. Adapun manusia lainnya adalah binatang yang mengabdi kepada mereka. Jika Israel Raya dari Sungai Nil (Mesir) hingga Sungai Efrat (Irak) sudah dikuasai, mereka akan berekspansi sampai menguasai umat manusia. Mereka tidak akan cukup sampai Israel Raya, semua bangsa di dunia akan dijajah," jelasnya.
Dubes Iran Mohamed Boroujerdi juga mengungkapkan alasan kenapa serangan pertama ditujukan kepada Pemimpin Spiritual Iran Ayatullah Ali Khamenei yang juga mengakibatkan puluhan perwira tinggi militer gugur.
"Kenapa target serangan hari perrama adalah Ayatullah Sayyid Ali Khamenei ? karena beliau adalah benteng kokoh dalam membendung zionisme. Israel dan Amerika Serikat mengira dengan gugurnya Ayatullah Sayyid Ali Khamenei dapat memperluas pengaruh zionisme," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ahlul Bait Indonesia (ABI) Habib Zahir bin Yahya mengungkapkan bahwa Ayatullah Sayyid Ali Khamenei terus memberikan dukungan kepada poros-poros perlawanan Umat Islam di kawasan Timur Tengah dalam melawan hegemoni Israel dan Amerika Serikat.
"Imam Ali Khamenei menggunakan umurnya untuk mendukung poros-poros perlawanan di kawasan Timur Tengah dan melindungi Umat Islam yang lemah. Gerakan perlawanan yang kita saksikan seperti Badai Al Aqsha itu semua adalah hasil langsung dari pelajaran Revolusi Islam Iran," pungkasnya.