nasional

Tatanan Dunia Baru Semakin Dekat; Pemikiran Sayyid Ali Khamanei Semakin Dikaji Kalangan Muda dan Akademisi

Sabtu, 11 April 2026 | 20:10 WIB

SENAYANPOST - Kedatangan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance ke Pakistan untuk berunding langsung dengan Delegasi Iran yang dipimpin Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi pada Sabtu 11 April 2026 menandakan posisi Iran yang semakin kuat di depan AS.

Seperti diketahui, pada 28 Februari 2026 lalu, secara mengejutkan AS dan Israel melancarkan serangan atas Iran menarget Pemimpin Spiritual Tertinggi Iran Ali Khamanei yang tengah melakukan rapat dengan puluhan petinggi militer. Presiden AS Donald Trump dengan jumawa menyatakan bahwa perang dengan Iran akan berlangsung dengan cepat, dan Iran akan cepat hancur, akan tetapi saat ini, justru AS yang mengharapkan gencatan senjata.

Kejadian ini dipertontonkan kepada seluruh dunia dan menjadi kajian bahwa tatanan dunia yang unipolar mulai bergeser menjadi multipolar dengan AS yang dianggap semakin lemah.

 "Perang beberapa minggu ini membuat tabu dunia. Dunia dikejutkan bahwa Iran sejak puluhan tahun diembargo miliki ketahanan yang kuat dan industri militer memukau mata dunia. Kejutan kedua adalah kemampuam Iran dalam diplomasi memiliki pengaruh yang kuat di banyak negara," ungkap Rektor Universitas Paramadina Prof Didik J Rachbini saat membuka diskusi bertema Tatanan Dunia Baru ? Pasca Gencatan Senjata & 40 Hari Syahadah Ayatullah Sayyid Ali Khamenei QS di Gedung HM. Jusuf Kalla Universitas Paramadina di kawasan Cipayung Jakarta Timur pada Sabtu 11 April 2025 ini.

Dubes Iran untuk Indonesia Dr Mohamed Boroujerdi dalam keynote speak menyampaikan bahwa kemenangan Iran atas AS dan Israel adalah kemenangan seluruh Umat Islam. 

"Pada hari ini Iran menang, Umat Islam menang atas musuh-musuh Islam. Kita saksikan 17 pangkalan militer Amerika diporak-porandakan Iran. Sistem pertahanan Israel lumpuh. Iran menunjukkan kepada dunia bahwa AS dengan hina dan terpaksa menerima syarat-syarat dari Iran," jelasnya disambut takbir oleh para hadirin.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ahlul Bait Indonesia (ABI) Habib Zahir Yahya mengungkapkan bahwa kekalahan AS atas Iran ini merupakan percepatan proses pergeseran sistem unipolar menjadi multipolar, di mana Iran menjadi pemain utama dalam multiporos geopolitik dunia.

"Iran sudah berada di jantung sistem multipolar dan posisinya tidak bisa disangkal. Pada Juni 2025, Sayyid Ali Khamanei menegaskan Revolusi Imam Khamaini mengubah tatanan dunia dari unipolar menjadi multipolar," tegasnya.

Sedangkan Ketua Dewan Syuro Ikatan Jamaah Ahlul Bait (IJABI) Ustadz Miftah Fauzi Rahmat menegaskan bahwa bagi Sayyid Ali Khamanei tatanan Dunia Baru bukan di tangan para penguasa dunia saat ini, akan tetapi berada di tangan para pemuda.

"Dalam buku Visi Futuristik dapat dianggap sebagai wasiat terakhir ditulis 2019 oleh Ali Khamanei, ini adalah pesan kepada generasi ke depan. Tatanan dunia baru bukan pada para pemimpin tetapi kepada para pemudanya. Ini adalah pesan Sayyid Ali Khamanei," pungkasnya.

 

 

Tags

Terkini