nasional

Muncul Wacana Sekolah secara Online untuk Hemat BBM, Begini Respon Pemerintah

Kamis, 26 Maret 2026 | 15:23 WIB
Ilustrasi sekolah online (Ist)

SENAYANPOST - Muncul wacana kegiatan belajar mengajar, bagi siswa sekolah yang akan kembali dilakukan secara online mulai April 2026.

Rencana tersebut sebelumnya sempat mencuat, sebagai bagian dari kebijakan efisiensi atau strategi penghematan energi atau pun bahan bakar minyak (BBM) yang tengah dikaji pemerintah.

Kendati demikian, kini pemerintah justru memastikan proses pembelajaran siswa akan tetap dilaksanakan secara luring atau tatap muka.

Hal itu mengingat, sektor pendidikan dinilai tetap menjadi prioritas utama.

Baca Juga: Antisipasi Krisis Global, Pemerintah Siapkan Skenario Penghematan BBM hingga WFH

Menurut Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) mengungkapkan, hasil koordinasi lintas kementerian menunjukkan, pembelajaran tatap muka harus tetap dijaga demi memastikan kualitas pendidikan tidak menurun.

"Proses pembelajaran harus semakin optimal dan jangan sampai timbul learning loss," kata Pratikno dalam keterangannya.

"Oleh karena itu, diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan secara luring bagi siswa," tambahnya.

Pratikno menjelaskan, kebijakan pembelajaran secara daring belum menjadi kebutuhan mendesak untuk saat ini.

Meski begitu, Menko PMK mengakui sebelumnya sempat ada pembahasan terkait kemungkinan penerapan metode hybrid, yakni kombinasi antara pembelajaran luring dan daring.

setelah melalui pembahasan bersama kementerian terkait seperti Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Agama (Kemenag), opsi tersebut tidak dianggap sebagai prioritas.

"Memang pernah ada diskusi tentang kemungkinan penggunaan metode hybrid yang mengkombinasikan luring dan daring," papar Pratikno.

"Tetapi, mengingat pentingnya menjaga kualitas pendidikan siswa, pembelajaran daring bagi siswa tidak menjadi sebuah urgensi saat ini," tandasnya.***

Tags

Terkini