SENAYANPOST - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan bahwa stok pangan di tengah konflik Iran dan AS-Israel masih aman.
Sebagaimana diketahui, konflik Iran dan AS-Israel di Timur Tengah kini sudah memicu kenaikan harga minyak mentah.
Meskipun begitu, Pramono memastikan stok kebutuhan pokok untuk warga Jakarta aman.
Pramono juga mengungkapkan bahwa stok pangan berlebih di Jakarta.
Baca Juga: Tak Lagi Nyeri Pinggang, Tukang Becak Lansia di Blitar Haru Terima Bantuan Becak Listrik Prabowo
"Jadi untuk Jakarta, hal yang mencakup kebutuhan pokok, mulai dari beras, daging, cabai merah keriting, dan yang lain-lain, kami menggaransi aman. Bahkan kelebihan stok sebenarnya," kata Pramono Anung pada 6 Maret 2026, dikutip SenayanPost.com dari Antara.
Di lapangan sendiri terpantau harga-harga masih terkendali, terkecuali cabai merah keriting.
Meskipun demikian, pihaknya tetap menjaga agar harga-harga kebutuhan pokok melonjak signifikan.
Untuk daging sapi, Pemerintah Provinsi juga sudah melakukan impor 3.100 ekor sapi untuk mengantisipasi kenaikan harga.
Dalam kesempatan itu, Gubernur DKI juga mengajak Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk memikirkan tentang krisis di tengah ketidakpastian situasi global saat ini.
"Saya menyampaikan kepada jajaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk kita selalu berpikir tentang krisis. Sehingga kalau ada kekurangan, misalnya produk-produk tertentu, kita harus mempersiapkan untuk itu," pungkasnya.***