nasional

224 Desa di Aceh Belum Teraliri Listrik, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Kirim 1000 Unit Genset

Senin, 29 Desember 2025 | 15:40 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ungkap sebanyak 224 desa di Aceh belum teraliri listrik pascabanjir dan tanah longsor Sumatera. (Instagram.com/@bahlillahadalia)

“Nah, dalam rangka bagaimana memberikan pelayanan maksimal, kami rapat dengan tim, bicara sama PLN,” ujarnya.

SENAYANPOST - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ungkap ratusan desa di Provinsi Aceh belum mendapat pasokan listrik.

Hal ini disampaikan Bahlil di Pangkalan TNI AU (Lanud) Halim Perdanakusuma pada Sabtu pekan lalu.

Diketahui, listrik merupakan salah satu kebutuhan warga Aceh yang belum bisa dipenuhi secara maksimal.

Ratusan desa di Aceh tersebut ada dalam 10 kabupaten, termasuk Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.

Bahlil mengatakan proses perbaikan jaringan listrik sedang berlangsung hingga kini.

Baca Juga: Tali Sling Bantu Warga Desa Burlah Aceh Tengah Bertahan Hidup, dari Angkut Bantuan Logistik hingga Hasil Panen Petani

"Dalam catatan kami, masih ada 224 desa di Provinsi Aceh yang belum teraliri listrik," kata Bahlil Lahadalia pada 27 Desember 2025, dikutip SenayanPost.com dari Antara.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, ia berkoordinasi dengan tim dan pihak PLN.

"Nah, dalam rangka bagaimana memberikan pelayanan maksimal, kami rapat dengan tim, bicara sama PLN," lanjutnya.

Bahlil juga mengaku sudah mendapat arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki sekaligus memberikan layanan listrik kepada warga yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengirimkan seribu unit genset dengan kapasitas sekitar 5-7 kVA.

Baca Juga: Jalan Licin dan Berlumpur, Warga Desa Arul Badak Aceh Tengah Gotong Royong Tarik Truk PLN Perbaiki Listrik

"Maka atas arahan Bapak Presiden, kami mencoba mengoptimalkan seluruh kekuatan negara, maka Kementerian ESDM hari ini mengirimkan seribu unit genset dengan kapasitas rata-rata di 5–7 kVA," ucap Bahlil.

Ia juga menjelaskan bahwa pesawat yang dikirim dari Jakarta membawa genset dari Kementerian ESDM.

Halaman:

Tags

Terkini