“Aceh punya potensi besar di bidang pertanian, perkebunan dan sektor lainnya yang terbuka lebar utuk dikelola oleh para investor,” jelas Mualem.
Menanggapi rencana perluasan investasi UEA, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Zulfadli mengatakan bahwa DPRA siap berkolaborasi menciptakan peraturan yang mendukung investasi.
“DPRA siap menyusun regulasi yang dapat mempermudah investasi dan memberikan kenyamanan bagi para investor,” jelasnya.
Aceh merupakan provinsi dengan otonomi khusus yang memberikan peluang untuk lebih mandiri dalam pembangunan sehingga regulasi investasi dapat lebih mudah.
Saat ini, Mubadala Energy UEA tengah melakukan eksplorasi migas di wilayah Laut Andaman di utara Aceh dan telah menemukan potensi gas di sumur eksplorasi Layaran-1 sekitar 100 kilo meter lepas pantai bagian utara Pulau Sumatera. (Muqoddas)